Disnakertrans Jateng Pulangkan 49 Korban TPPO

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng, Ahmad Aziz
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng, Ahmad Aziz. (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah menganggarkan Rp 90 juta guna memulangkan 49 korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) kembali ke daerah asalnya. Diketahui, korban TPPO berasal dari Provinsi Sulawesi Utara 46 orang, dari Maluku 2 orang dan dari Gorontalo 1 orang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng, Ahmad Aziz mengatakan sebelum diselamatkan, mereka terkatung-katung di atas kapal selama tujuh bulan tanpa kepastian. Mereka dijanjikan sebagai anak buah kapal (ABK) luar negeri, oleh sebuah perusahaan PT Klasik Jaya Samudra di Pemalang.

Baca juga:  UMP Rendah, Jateng Masih Jadi Primadona Investasi

“TPPO terjadi pada 17 Mei 2024. Pada saat itu dengan bantuan Polda Jateng melakukan penyelamatan terhadap korban, dan membawa mereka ke Panti Sosial Margo Widodo, Tugu, Kota Semarang,” katanya saat dikonfirmasi Joglo Jateng, Kamis (4/7/24).

Untuk pemulangan korban, Aziz menyebut butuh biaya hingga Rp 90 juta. Guna memfasilitasi pembiayaan pemulangan korban TPPO, Pemprov Jateng melakukan komunikasi dengan Komisaris PT Klasik Jaya Samudra sebagai terduga tindak TPPO dan didapati mereka menyumbang Rp 50 juta, untuk biaya kapal dan uang saku.

Selain itu, komunikasi juga dilakukan dengan Direktorat Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Kemenaker RI, yang memberikan uang sebesar Rp9,5 juta untuk sewa bus.

Baca juga:  Soal Piagam Palsu, Disdikbud Jateng: Tetap sesuai Jadwal dan Sistem PPDB

“Adapun, sisa kekurangan biaya transportasi dan konsumsi dibiayai oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, melalui anggaran Korpri,” jelasnya.

Lebih lanjut, para korban TPPO sudah dipulangkan ke kampung halaman sejak 2 Juli 2024 lalu. Rencananya mereka akan tiba pada 7 Juli 2024 mendatang.

“Mereka pada Selasa (2/7/2024) pagi, diantarkan ke Terminal Jamrud Utara Pelabuhan Tanjung Perak, dilanjutkan dengan Kapal Laut KM Dorolanda tujuan Surabaya-Bitung. Rencananya mereka tiba pada 7 Juli 2024,” ungkap Aziz.

Untuk diketahui, PT Klasik Jaya Samudra, yang diduga melakukan tindak TPPO merupakan perusahaan yang mengantongi izin resmi yakni SIUPPAK 262. 21 Tahun 2023 26-JUN-2392.541.837.8-502.000. Saat ini Direktur Utama perusahaan tersebut telah ditahan. (luk/gih)