Jepara  

Dukung UMKM Menuju Ekspor, Bea Cukai Kudus Bekali Pengetahuan Para Pelaku UMKM

PAPARKAN: Salah satu natasumber atau penyuluh Bea Cukai Kudus Imaduddin Abdurrohman saat menyampaikan sosialisasi ekspor UMKM kepada pelaku UMKM Jepara di Mall Pelayanan Publik Jepara, Rabu (3/7/2024). (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Jalankan fungsi sebagai trade facilitator, Bea Cukai Kudus bekali pengetahuan terkait ekspor produk kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Jepara di Mall Pelayanan Publik Jepara, Rabu (3/7/2024).

Kegiatan bertajuk sosialisasi tersebut diikuti sebanyak 60 peserta pelaku UMKM yang tergabung dalam Kartini Mandiri Jepara berbasis industri pengolahan makanan dan craft atau kain.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Kudus Sandy Hendratmo Sopan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya dari Bea Cukai Kudus untuk mendukung, menyebarkan, dan memperkenalkan produk daripada pelaku UMKM agar bisa berdaya saing, baik di tingkat pasar lokal maupun internasional.

Baca juga:  Gus Haiz Harap Teknisi Ponsel Bisa Jaga Profesionalitas

“Kegiatan ini merupakan sosialisasi ekspor untuk UMKM yang dilaksanakan serentak se-Indonesia dalam rangkaian Pekan Raya Bea Cukai 2024, sesi UMKM week,” jelas Sandy kepada Joglo Jateng.

Hal itu, menurutnya, untuk memudahkan pelaku UMKM agar mampu memahami bagaimana mekanisme serta alur daripada mengekspor suatu produk.

Kemudian, lanjut Sandy, Jepara merupakan kota yang terkenal dengan keragaman produk lokal, salah satunya olahan makanan maupun kain. Sayangnya, UMKM tersebut masih bertransaksi manual atau belum memanfaatkan teknologi dalam pemasaran produknya. Kondisi inilah yang mendorong Bea Cukai Kudus untuk memberi bekal pengetahuan bagi pelaku UMKM.

Baca juga:  Ruang Terbuka Hijau di Jepara Baru 18,12 Persen

“Prosedur ekspor tidak sulit, terbukti sudah banyak UMKM yang telah mengekspor produknya ke pasar internasional. Kegiatan sosialisasi ini seharusnya bisa membuka peluang, wawasan, dan stimulus ekspor agar UMKM bisa berkembang maju,” terangnya.

Terlebih, sebelum menentukan ekspor. Para pelaku UMKM harus mengetahui prosedur pengiriman produk, termasuk kemasan yang dikirim. Oleh karenanya, komponen-komponen tersebut perlu diketahui.

“Termasuk kemasan, pengirimannya bagaimana, biaya nya berapa, harus tahu dulu agar pelaku UMKM tidak kebingungan saat mengirimkan barang,” tambahnya.

Sementara itu, Narasumber UMKM sekaligus Owner Kain Ratu yang telah sukses melakukan ekspor produk kain tenun, Maria Leoni menyampaikan, dalam proses ekspor, pelaku UMKM perlu membranding diri melalui media sosial. Hal itu, untuk menggaet serta memperluas para pembeli.

Baca juga:  Tanamkan Cinta Seni Ukir, Siswa-siswi Belajar Mengukir

Selain itu, bisa juga melalui Google Maps. Dengan cara, mencari produk yang kita ingin tawarkan ke negara tujuan.

“Tentukan negara nya dulu, cari penjual produknya. Kemudian, kalau dapat kontaknya hubungi dan tawarkan produk yang ingin dijual,” papar Maria. (cr4/fat)