JCW Ajak Masyarakat Awasi Korupsi Politik

Koordinator Jateng Corruption Watch (JCW), Kahar Muamalsyah. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Jateng Corruption Watch (JCW) mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi Pilkada pada November 2024 mendatang. Khususnya perihal korupsi politik.

Koordinator Jateng Corruption Watch (JCW), Kahar Muamalsyah mengatakan, maksud dari korupsi politik adalah tindakan melawan hukum dan moral karena menyalahgunakan kekuasaan dan kewenangan yang dimiliki seseorang untuk kepentingan dirinya, kelompok atau pihak-pihak lain yang untuk saling mencari keuntungan secara ekonomi maupun politik.

“Pejabat negara yang terlibat dalam korupsi politik biasanya menggunakan kewenangan yang ada ditangannya untuk mendapatkan keuntungan, baik material maupun non material,” bebernya dalam pesan singkat pada Joglo Jateng, Kamis (4/7/24).

Catatan JCW menyebutkan indikasi potensi terjadinya korupsi politik di Jawa Tengah sangat besar, baik pada pemilu legislatif maupun pilkada 2024, dari anggota legislatif, bakal calon bupati/walikota hingga bakal calon gubernur. Oleh karena itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk turut mengawasi Pilkada mendatang.

“Kita harus melakukan pengawasan di setiap tahapan pemilihan, Menginventarisir pihak-pihak yang diduga dan/atau berpotensi melakukan korupsi politik, dan Mempublikasikan potensi korupsi politik sebagai peringatan dan informasi kepada masyarakat sebagai pemilih,” jelasnya.

Untuk mendukung kemudahan proses pengawasan bersama ini, JCW telah membuka kanal pengaduan dan laporan masyarakat. Dimana apabila masyarakat melihat terjadinya penyalahgunaan wewenang, politik dinasti, atau ada anggota DPR/DPRD dan calon kepala daerah yang terbukti dan disangka melakukan tindak kejahatan, dapat mengirimkan email ke alamat: jcwhotline@gmail.com.

“Gejala gagalnya demokrasi dalam mengurangi praktek korupsi mengindikasikan bahwa demokrasi justru mengalami stagnasi dan kemunduran. Kemunduran ini merujuk pada pengurangan integritas sistem demokrasi itu sendiri. Maka ini harus kita jaga,” tandasnya. (luk/gih)