Kudus  

Kemenkumham Jateng Gelar Mobile Intelektual Klinik di Kudus, Lindungi Hak Cipta Produk dan Kreativitas Warga

PANTAU: Saat jajaran Kemenkumham Jateng meninjau tempat pelayanan dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, bersama Pj Bupati Kudus M Hasan Chabibie, Kamis (4/7/24). (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Rencananya Minggu ini produk maupun hasil kreativitas warga Kudus akan di beri Hak Kekayaan Intelektual (Haki). Kegiatan yang diinisiasi oleh Kemenkumham Jateng itu bertujuan untuk mencegah klaim sepihak dari oknum yang tidak bertanggung jawab.

Kepala Kemenkumham Jateng, Tejo Harwanto mengungkapkan, implementasi Mobil Intelektual Properti Klinik digelar di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. Hal itu merupakan sosialisasi penyuluhan untuk pencatatan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (Haki) di beberapa wilayah.

“Kami bergerak dan ini kita jemput bola. Mudah-mudahan masyarakat yang jauh dari tempat kantor wilayah, bisa menyampaikan beberapa hal mengenai haki,” ungkapnya kepada Joglo Jateng, Selasa (2/7/2024).

Baca juga:  Polsek Kudus Kota Ziarah ke Makam Syekh Abu Hasan Syadzali Japan

Selain mobile intelektual klinik, pihaknya juga menggelar guru kekayaan intelektual terkait edukasi maupun sosialisasi. Yang dimaksud berupa tranformasi pengetahuan tentang haki bertempat di SD, SMP, SMA maupun perguruan tinggi lainnya.

“Hari ini awal kegiatan pembukaan di Pati raya. Alhamdulillah kita kolaborasi dengan Pj bupati Kudus dan disambut baik,” ucap dia.

Disisi lain, ada beberapa produk yang belum tercatat haki di eks karesidenan Pati, seperti batik di Lasem. Menurutnya, di negara lain ternyata sudah dilihat sebagai potensi kekayaan intelektual. Dengan begitu, ia berupaya bekerja sama dengan MPG Rembang.

Baca juga:  DPC Partai Gerindra Kudus Tunggu Keputusan DPP

“Hal itu bertujuan untuk mendorong pendaftaran batik Lasem. Menurutnya, hal ini bukan perkara nasional namun masalah internasional. Mengingat ada beberapa negara lain yang sudah mengakui itu,” jelasnya.

Sementara itu, Pj Bupati Kudus, Muhammad Hasan Chabibie mengucapkan terima kasih kepada Kemenkumham Jateng. Hal ini merupakan wujud negara hadir untuk melindungi haki masyarakat.

Contohnya Kabupaten Kudus ada dukuh sumber dan Tari Nojorono yang diberikan haki.

“Ini memberikan rasa aman buat semua pelaku industri usaha untuk kemudian mengembangkan usahanya. Tujuannya untuk memberikan tingkat kesejahteraan masyarakat karena timbul aktivitas masyarakat,” ujar dia.

Baca juga:  Anggota Dewan Terpilih Mulai Ajukan Kredit

Menurut, Kudus adalah kota yang kecil kecil, tetapi potensinya sangat luar biasa. Belum lagi kebudayaannya, tradisi, aktivitas masyarakat yang jumlahnya banyak. Penilaiannya apakah itu dapat dikatakan sebagai warisan pendahulu atau kreasi masyarakat kini.

“Kreativitas yang diciptakan teman-teman diharapkan bisa dilindungi dan di nyakinkan genuine hak penciptanya sendiri. Kepastian hukum ini akan membuat rasa aman bagi yang menciptakan kreativitas,” pungkasnya. (adm)