Lima Partai Nonparlemen di Bantul Berkoalisi Jelang Pilkada

KOMITMEN: Lima partai politik nonparlemen Bantul saat deklarasi koalisi, beberapa waktu lalu. (DOK. PRIBADI/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Lima partai politik (Parpol) nonparlemen di Bantul membentuk koalisi dalam rangka menyambut pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun ini. Meskipun tidak bisa mengusung pasangan calon (Paslon) sendiri, koalisi ini beranggapan tetap miliki pengaruh.

Lima partai yang tergabung dalam koalisi ini yaitu Partai Buruh, Partai Garuda, Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Partai Hanura, dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Adapun koalisi ini membawa visi “mengusung Bantul lebih maju dan sejahtera”.

Ketua koalisi yang sekaligus ketua PSI Bantul, Almira menyampaikan, tujuan mereka mendirikan koalisi ini yaitu untuk menyatukan visi dan misi untuk menentukan arah dukungan Pilkada mendatang. “Selama ini kan partai non parlemen itu adalah yang dianggap kecil, nggak ada suara, padahal saat kita pemilihan suara satu saja sangat berharga,” ujarnya, Kamis (4/7/24).

Baca juga:  Tekankan Warga untuk Lindungi Anak dari KGBO

Menurutnya, dari hasil pemilihan legislatif (Pileg) lalu, jika ditotal, setidaknya lima partai ini memiliki 15.000 suara. Walaupun, kata Almira, yang tertinggi yakni PSI dengan jumlah suara sekitar 9.500, sedangkan 5500 sisanya merupakan suara dari empat partai lain.

“Artinya bagaimana caranya partai ini bersatu untuk mendukung salah satu bupati dan wakil bupati nantinya. Suara kita juga didengar. Tidak hanya setelah Pileg dan Pilpres kita terabaikan. Kan selama ini seperti itu,” terangnya.

Terkait dengan pemetaan isu untuk daya tawar Pilkada, di berpendapat sudah ada beberapa isu. Pertama tentang pemerataan UMKM. Lalu tentang sampah melanjutkan dari program pemerintah saat ini. Kemudian memodernisasi pertanian.

Baca juga:  Rejowinangun Jadi Satu-satunya Kampung Wisata Mandiri

“Selama ini petani itu kesannya kumuh, maka tidak ada lagi petani yang milenial. Maka bagaimana partai ini bisa ke arah meningkatkan keinginan para pemuda itu menjadi petani. Tentang sampah itu sudah bagus dari pak Halim itu. Tinggal bagaimana caranya mengemas yang lebih cantik lagi,” katanya.

Selain itu, Almira juga mengatakan sudah ada bakal calon yang menghubungi mereka. Bahkan sudah bertemu salah satu di antaranya. Sedangkan terkait dukungan terhadap penanganan sampah dari bupati saat ini apakah akan mengarah pada dukungan koalisi, dirinya belum mau memberikan keterangan. (nik/abd)