Figur  

Mahasiswa UAD Bercita-Cita Bangun Brand Baju Sendiri, Cireng Jadi Modal Awal

Meitsya Futri
Meitsya Futri. (DOK. PRIBADI/JOGLO JOGJA)

MILIKI usaha baju dengan brand sendiri, hal itulah yang menjadi cita-cita bisnis Meitsya Futri, mahasiswa semester akhir Universitas Ahmad Dhani (UAD) Yogyakarta. Menurutnya, bibit berbisnis itu sudah tumbuh sejak ia masih di Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Rencana ke depan aku pengennya punya usaha brand baju sendiri. Makanya, bisnis yang sekarang aku kumpulkan uangnya buat usaha berikutnya,” kata Meisya, belum lama ini.

Meitsya mengaku, pada masa sebelum lulus sekolah dulu, ia memulai usaha cireng Kacida Ladanak. Namun, usaha itu bukanlah sebuah bisnis yang direncanakan dengan matang, melainkan hanya sekedar coba-coba.

Baca juga:  Kombinasikan Makanan Lokal dan Western

“Pada saat menunggu kelulusan itu, banyak waktu kosong, lalu aku iseng bikin cireng. Awalnya hanya buat orang rumah dulu,” ungkapnya.

Dalam percobaan itu, Meitsya berusaha menciptakan inovasi olahan cireng yang berbeda dari kebanyakan cireng lain. Jika pada umumnya cireng hanya digoreng lalu dipadukan dengan bumbu cocol cair, ia membuat bumbu yang sedikit berbeda. Meisya membuat inovasi berupa tambahan bumbu chili oil yang dilumurkan pada cireng tersebut.

“Aku coba bikin cireng gepeng bentuk koin gitu dicampur bumbu asin dan bumbu chili oil. Itu kan coba-coba, tapi ternyata enak” ujar Meitsya.

Baca juga:  Daraen dan Nisrina, Siswa MTsN 9 Sleman yang Berhasil Kembangkan Riset untuk Bantu Orang Buta

Perempuan asal Majelengka ini pun mulai percaya diri bahwa inovasi yang dia lakukan bisa diterima banyak orang. Meitsya kemudian mulai membuka pesanan dengan sistem purchase order (PO) yang ia lakukan setiap Sabtu dan Minggu.

Awalnya, ia mendapatkan pesan sekitar 30 boks cireng. Namun seiring berjalan waktu, ia pun mendapatkan pesanan hingga ratusan boks. “Sekarang itu bisa ada pesanan 200-an boks. Ini uangnya aku tabung buat usaha selanjutnya,” pungkasnya. (nik/abd)