TPST Dingkikan dan Modalan Diperuntukkan bagi Wilayah Sub-Urban

KONDISI: Terlihat bangunan TPST Modalan yang masih dalam tahap pengerjaan, beberapa waktu lalu. (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menyeebut bahwa Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Dingkikan dan Modalan diperuntukkan bagi wilayah sub urban. Rencananya, TPST Dingkikan akan difokuskan mengelola sampah Kapanewon Kasihan, sedangkan TPST Modalan mengolah sampah Kapanewon Banguntapan.

“Jadi TPST Modalan ini untuk Banguntapan, kemudian di ujung barat Bantul kita sedang membangun TPST Dingkikan Argodadi dengan kapasitas yang sama, sekitar 50 ton. Sehingga di sana nanti akan kita kelola sampah Kasihan,” ungkapnya, Kamis (4/7/24).

Menurutnya, selain Banguntapan, Kasihan juga merupakan kapanewon dengan jumlah penduduk besar dan tingkat pendapatan masyarakat menengah ke atas. “Jadi daerah sub-urban Bantul ini nanti akan ditempatkan TPST-TPST maupun ITF. Karena Bantul wilayah Utara dan Barat ini adalah wilayah produsen sampah terbesar di Bantul,” terangnya.

Baca juga:  Minggu Pertama Coklit Fokus pada Tokoh

Belum lagi, kata Halim, Bantul juga akan mendedikasikan sebagian kapasitas TPST itu untuk mengolah sampah Kota Yogyakarta. Sebelumnya, Bantul dan Kota Yogyakarta telah menandatangani MoU terkait alokasi sampah kota yang diolah di ITF Bawuran.

“Jadi yang saat ini pembangunan yang sedang berjalan, ada tiga. TPST Dingkikan, Modalan, dan ITF Bawuran,” imbuhnya.

Adapun TPST Modalan ini direncanakan mulai beroperasi pada September mendatang. Sedangkan TPST Dingkikan yang terdiri dari tiga hanggar, satu di antaranya akan mulai beroperasi di awal Juli ini.

Akan tetapi, hingga saat ini satu hanggar tersebut masih belum beroperasi. “Dingkikan, satu hanggar, saya mengatakan awal Juli. Mundurnya pertengahan Juli karena ada penyesuaian di sana sini. Bawuran diperkirakan Agustus, jadi Juli ini kita mengejar penyempurnaannya,” tandasnya. (nik/abd)