Rupiah Borobudur Playon 2024 Donasikan Rp 450 Juta untuk Masyarakat

SUASANA: Ribuan orang mengikuti Rupiah Borobudur Playon 2024 di Kawasan Borobudur, Magelang, Minggu (7/7/24). (HUMAS/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar Rupiah Borobudur Playon bertajuk Lari Untuk Berbagi, Minggu (7/7/24). Dari kegiatan tersebut, sebesar Rp 450 Juta bakal didonasikan untuk kesejahteraan masyrakat di Kabupaten Magelang.

Diketahui, pada ajang lari itu sebanyak 3000 orang turut hadir meramaikan. Adapun event ini selain untuk berbagai, juga memiliki tujuan untuk mengampanyekan gerakan Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah dan Pengunaan Sistem Pembayaran Digital.

Kepala BI Jateng, Rahmat Dwisaputra menyampaikan bahwa pada Rupiah Borobudur Playon 2024 seluruh hasil dari pendaftaran peserta akan langsung didonasikan kepada pemeritah kabupaten Magelang. Khususnya untuk desa-desa di Kecamatan Borobudur.

Baca juga:  RSUD dr. Adhyatma, MPH Terapkan Inovasi IMPORTANT, Beri Keterbukaan Informasi Tempat Tidur Kosong secara Real Time

“Hasil-hasil dari pendaftaran digunakan untuk berbagi di desa-desa seputaran Borobudur atau di Kabupaten Magelang. Tadi total 450 jutaan,” katanya pada awak media, Minggu (7/7/24).

Sebagaimana diketahui, di Kecamatan Borobudur terdapat 20 desa. Di mana masing-masing memiliki masalahnya sendiri. Oleh karena itu, Rahmat mengaku bakal berkoordinasi dengan Pj Bupati Magelang untuk memetakan desa mana yang bakal menjadi penerima prioritas bantuan.

“Nanti akan kita kordinasi lagi dengan Pak Pj Bupati Magelang,” ujarnya.

Sekretaris Daerah, Sumarno mengapresiasi atas kembali terlaksananya Rupiah Borobudur Playon 2024. Pihaknya berharap akan menjadikan event ini disetiap tahun. Pasalnya berdasarkan evaluasinya, kegiatan olahraga menjadi penyumbang perekonomian di Jateng.

Baca juga:  Angka Kemiskinan di Jawa Tengah Turun ke 10,47 Persen, Terendah Sepanjang Sejarah!

“Karena memang hasil evaluasi kita bahwa kegiatan olahraga ini banyak mendongkrak kunjungan wisata di Jawa Tengah,” katanya.

Menurut Sumarno, hal itu tak hanya terjadi pada Rupiah Borobudur Playon saja. Sebab dibeberapa kegiatan lari di Jateng selalu memberikan dampak positif. Baik bagi Jateng maupun masyarakat di sekitarnya, khususnya yang bertempat di Borobudur yang notabennya sebagai wisata prioritas Jateng.

“Karena Borobudur ini destinasi wisata prioritas, tapi ada hambatan bahwa ada pembatasan yang bisa masuk di Borobudur. Jadi kita harus membuat event-event untuk menopang Borobudur ini, jadi lebih ke kawasan sekitar Borobudur yang harus kita gerakan supaya destinasi wisata prioritas ini memang benar-benar berjalan di Borobudur,” tegasnya.

Baca juga:  BI Jateng: PHK Masif di Industri TPT dan Alas Kaki Akibat Kesulitan Bahan Baku dan Penurunan Permintaan

Di sisi lain, pada kesempatan tersebut turut ditandatangani nota kesepakatan antara Pemprov Jateng dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah terkait materi ajar masuk ke sekolah SD, SMP dan SMA. Di mana nantinya peserta didik seluruh sekolah di Jateng mendapatkan materi ajar untuk cinta bangga paham rupiah. (luk/gih)