7.108 Warga Semarang yang Tercoklit tidak Memenuhi Syarat

KONFERENSI PERS: Plt Ketua KPU Kota Semarang, Ahmad Zaini saat menjelaskan tahapan Pilwakot 2024 kepada awak media di Aula Lantai 3 Kantor KPU Kota Semarang Jalan Dr Cipto No 115, Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Semarang Timur, Senin (8/7/24). (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menyebut sebanyak 7.108 warga yang tercoklit ternyata tidak memenuhi syarat sebagai pemilih tetap. Hal itu disebabkan lantaran mayoritas di antara mereka ada yang telah dinyatakan meninggal dunia, pindah domisili, bertugas menjadi TNI/Polri hingga ada data kependudukan yang doubel.

Plt Ketua KPU Kota Semarang, Ahmad Zaini mengungkapkan, data itu berdasarkan laporan dari petugas pemutakhiran data pemilih (pantarlih) di masing-masing wilayah selama dua minggu terakhir. Diketahui tahapan itu telah berlangsung mulai dari 24 Juni sampai nanti berakhir pada 24 Juli 2024 mendatang.

“Laporan yang sudah dicoklit hari ini ada 58 persen atau 742.638 pemilih dari 1.280.079. Harapannya 3 minggu terakhir sudah mendekati 90 persen. Sehingga minggu terakhir itu finishing untuk pelaporan dan perbaikan-perbaikan,” ucapnya saat dikonfirmasi Joglo Jateng, Senin (8/7/24).

Baca juga:  DPRD Harap Inflasi Bisa Turun Tahun Ini

Ia menjelaskan, selama tahapan pencoklitan berlangsung, adapun hambatan yang dilalui oleh pantarlih, salah satunya, sempat mendapatkan penolakan dari warga Perumahan Kedaton, Kecamatan Mijen saat hendak melakukan pencocokan data. Sehingga petugas tidak diperkenankan masuk ke wilayah tersebut.

“Tetapi setelah itu didampingi oleh PPS maupun Babinsa akhirnya bisa masuk. Penolakan-penolakan kecil karena edukasinya itu belum masuk ke mereka,” jelas Ahmad Zaini.

Meski demikian, ia menuturkan, sebelumnya pihaknya telah meminta dukungan ke lurah melalui camat untuk mempersilakan petugasnya saat menjalankan tugas. Adapun ciri-ciri yang bisa diketahui dari petugas resmi dari KPU di antaranya adalah menggunakan atribut tanda pengenal dan surat tugas. Jika masih masa pencoklitan, kata Zaini, masyarakat yang dirasa belum terdata oleh Pantarlih diperkenankan menyampaikan data yang dibutuhkan ke petugas coklit.

Baca juga:  KPU Kota Semarang Mulai Persiapkan Sosialisasi Tahapan Pemilu untuk Pemilih Pemula

“Kalau pasca pencoklitan itu pantarlih sudah tidak bekerja. Itu (masyarakat, Red.) bisa langsung melapor ke KPU atau langsung ke PPK atau PPS,” terangnya.

Di samping itu, Ahmad Zaini menambahkan, masyarakat bisa memastikan sendiri apakah ia sudah terdaftar secara online sebagai DPT. Yakni bisa melalui https://cekdptonline.kpu.go.id.

Ia menyebut, ada sebanyak 1.583 pemilih baru untuk pilkada tahun ini. Diketahui, mereka merupakan pemilih yang pindah domisili, setelah data kependudukan dari Kemendagri diberikan kepada KPU.

“Misalnya data kependudukan bulan Desember itu warga luar Kota Semarang yang sudah menetap dan ber-KTP di Kota Semarang, selain pemilih usia 17 tahun yang ikut keluarganya. Tetapi kalau pemilih baru warga Semarang yang memang asli itu tercatat daftar pemilu yang ada di kami per 27 November. Karena memang kami menerima itu warga yang 17 tahun sudah tercatat,” paparnya.

Baca juga:  BRT Semarang Sering Asap Hitam dan Mogok, Dishub Beri Surat Peringatan Operator dan Akan Potong Subsidi

Setelah tahapan pencoklitan, selanjutnya yakni penyusunan data ke TPS, tanggapan masukan ke masyarakat terhadap penyusunan kedalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Dilanjut, penetapan resminya yang dilaksanakan pada 21 September mendatang. (int/adf)