Pati  

Banner Aspirasi Petani Pundenrejo Dirusak

AKSI: Petani Pundenrejo saat melakukan aksi bentang banner, belum lama ini. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Konflik agraria antara petani di Desa Pundenrejo Kecamatan Tayu Kabupaten Pati dengan PT Laju Perdana Indah atau PG Pakis tak kunjung terselesaikan. Terbaru, PT Laju Perdana Indah diduga melakukan pengrusakan banner aspirasi kaum tani Pundenrejo untuk ketiga kalinya di lahan perjuangan warga.

Perwakilan Gerakan Masyarakat Pundenrejo (Germapun) Endang mengungkapkan, perusakan banner ini dilakukan pada Sabtu 06 Juli 2024 lalu. Setelah sebelumnya pada Jumat, 05 Juli 2024, petani Pundenrejo melakukan aksi bentang banner yang berisi tuntutan meminta pengembalian lahan garapan kaum tani yang diklaim PG Pakis.

Baca juga:  Terkait Jabatan Pj Bupati, DPRD Pati Belum Dapat Petunjuk dari Pusat

Banner aspirasi petani Pundenrejo itu dipasang di setiap sudut lahan yang berada di Dusun Jering dan Pule Desa Pundenrejo untuk memberikan peringatan bahwa Klaim HGB PG Pakis akan habis. Banner itu juga berisi desakan menuntut kepada negara untuk segera mengembalikan lahan kepada kaum tani Pundenrejo

“Selang satu hari setelah aksi pasang banner aspirasi, pada hari Sabtu, 06 Juli 2024 Pukul 09.00 WIB, datang 3 security dan 5 orang pegawai dari PG Pakis/PT Laju Perdana Indah dengan membawa 1 truk muatan dan satu mobil mini bus mendatangi lahan perjuangan warga. Kemudian mereka tiba-tiba melakukan pengrusakan dengan mencabut banner-banner aspirasi warga dan diangkut ke dalam truk muatan,” terang Endang, Senin (8/7/24).

Baca juga:  Pemkab Pati Siap Sukseskan Pilkada 2024

Para petani Pundenrejo pun mengecam tindakan pengrusakan banner aspirasi kaum tani Pundenrejo itu. Sebab tindakan itu dianggap merupakan bentuk arogansi dari perusahaan untuk menghalang-halangi perjuangan kaum tani.

“Peristiwa pengrusakan banner aspirasi yang berulang oleh PG Pakis menandakan bahwa masih terdapat konflik antara kaum tani dan perusahaan.  Sehingga sudah sepatutnya Kementerian ATR/BPN RI menyatakan tanah yang saat ini dikuasai oleh PG Pakis merupakan tanah yang dalam kondisi konflik,” tegas dia.

Selain itu, Kementerian ATR/BPN RI juga diminta untuk segera turun tangan. Yakni untuk menyelesaikan konflik dengan cara mengembalikan lahan garapan kaum tani Pundenrejo yang saat ini diklaim oleh PG Pakis.

Baca juga:  Capaian UHC di Pati Naik Hingga 98 Persen

“Kami menuntut kepada Kementerian ATR/BPN RI untuk tidak tinggal diam melihat peristiwa pengrusakan banner aspirasi ini. Pembiaran terhadap konflik agraria merupakan bentuk pelanggaran penikmatan Hak Asasi Manusia bagi kaum tani Pundenrejo,” pungkasnya. (lut)