Diskes DIY Imbau Masyarakat Galakkan Satu Rumah Satu Jumantik

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diskes DIY Setiyo Harini. (MUHAMMAD ABU YUSUF AL BAKRY/JOGLO JOGJA)

YOGYAKARTA, Joglo Jogja – Dinas Kesehatan (Diskes DIY) menggalakkan warga untuk menyediakan gerakan satu rumah satu jumantik. Setiap rumah diharapkan menguras penampungan air di dalam dan luar rumah, guna mencegah perkembangbiakan nyamuk.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diskes DIY Setiyo Harini menekankan, pentingnya membersihkan genangan air di luar rumah, seperti di tong sampah, tempat minum burung, bekas potongan bambu, kaleng bekas, maupun pot.

“Genangan air tersebut menjadi tempat potensial bagi nyamuk untuk berkembang biak dan menularkan penyakit. Dengan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, diharapkan penyebaran berbagai penyakit ini dapat dikendalikan,” ungkapnya, Senin (8/7/24).

Baca juga:  BKSAP DPR RI Gelar BKSAP Day di ISI Yogyakarta: Diplomasi Budaya untuk Memperkuat Hubungan Internasional

Pihaknya menyebut karena perubahan musim dari kemarau panjang ke musim hujan telah menyebabkan peningkatan pertumbuhan mikroorganisme yang menyerang beberapa organ tubuh manusia.  Terutama perilaku 3M+ atau menguras, menutup, mengubur, dan mendaur ulang barang bekas yang tidak digunakan.

“Beberapa penyakit yang mengalami peningkatan antara lain influenza ringan atau Influenza-Like Illness (ILI), demam berdarah dengue (DBD), leptospirosis, diare, pneumonia, dan Covid-19,” tuturnya.

Lebih lanjut, ILI merupakan salah satu penyakit yang kerap menyerang saluran pernapasan. Berdasarkan data dari Surveilans Kesehatan Daerah (SKDR), tren ILI tidak menunjukkan perubahan signifikan, dengan fluktuasi naik-turun pada minggu-minggu tertentu.

Baca juga:  Sultan Perintahkan Gulung Karpet Merah Semua Tambang Ilegal di Yogyakarta

“Tetapi masyarakat diminta tetap waspada dan menjaga kesehatan pernapasan. Selain itu, (DBD) juga menunjukkan peningkatan tajam pada bulan Mei yang disebabkan perkembangan nyamuk Aedes aegypti, serta belum optimalnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat,” tuturnya.

Selain penyakit tersebut, Leptospirosis juga mengalami peningkatan, terutama di daerah dengan genangan air akibat air kencing tikus. Penyakit ini biasanya menyerang kulit yang luka dan membutuhkan perhatian khusus dalam pencegahannya.

“Masyarakat diminta untuk lebih waspada terhadap genangan air di sekitar lingkungan tempat tinggal. Dari genangan tersebut, dapat juga menyebabkan diare karena kualitas air yang kurang bersih dari masyarakat,” paparnya. Pihaknya mengingatkan pentingnya menerapkan 3M+ yaitu menguras, menutup, mengubur, dan mendaur ulang barang bekas yang tidak digunakan.(suf/sam)