Jepara  

DPRD Jepara Rencanakan Perda Ketahanan Keluarga

Ketua DPRD Jepara, Haizul Ma’arif
Ketua DPRD Jepara, Haizul Ma’arif. (MUHAMMAD AGUNG PRAYOGA/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara, Haizul Maarif mengatakan, keluarga atau orang tua memiliki peran penting dalam menekan angka dispensasi kawin dan perceraian yang kian marak di Jepara. Oleh karena itu, pihaknya merencanakan adanya Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketahanan Keluarga.

Menurutnya, orang tua perlu mendampingi serta mendidik sang buah hati agar tidak terjerumus dalam lembah hitam pergaulan bebas. Jika berhasil, pernikahan dini tidak akan terjadi dan mengikis permintaan dispensasi kawin.

“Keluarga atau dalam hal ini orang tua itu teladan bagi anak-anaknya. Ibu merupakan madrasah pertama, sehingga harus cerewet dalam mencegah pernikahan dini itu terjadi,” papar Gus Haiz, sapannya, kepada Joglo Jateng, Selasa (9/7/2024).

Baca juga:  Harkopnas Ke-77, Ratusan Koperasi di Jepara Berkontribusi Turunkan Angka Pengangguran

Lebih lanjut, Gus Haiz menjelaskan, Perda Ketahanan Keluarga akan membentengi keluarga dari problem yang menimbulkan perceraian. Termasuk diharapkan dapat meneken dispensasi kawin.

“Perda ini akan segera diluncurkan dan saya harap keaktifan stakeholder DPRD sewaktu public hearing dapat benar-benar serius dalam mencegah perkara yang selama ini menjamur (perceraian dan dispensasi kawin) di Jepara,” terang dia.

Selain itu, lanjutnya, perlu adanya sinergitas antara DPRD, eksekutif seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) serta masyarakat di Jepara.

Sebagai informasi, berdasarkan perkara masuk yang ada di website Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Jepara, permintaan dispensasi kawin merupakan angka kedua terbanyak yang ditangani pihak PA Jepara.

Baca juga:  KPU Jepara akan Terjunkan 3.414 Pantarlih

Per Senin 8 Juli 2024, PA Jepara mengantongi perkara masuk ihwal dispensasi kawin sebanyak 263. Cerai gugat nomor satu dengan angka 809, sementara yang ketiga cerai talak di angka 213 kasus. (map/gih)