Pati  

Korban Pemerkosaan Ayah Kandung di Pati Trauma Berat

BICARA: Tenaga Profesional Psikis UPTD PPA Dinsos P3AKB Kabupaten Pati, Dita Nurlitasari saat diwawancarai wartawan di kantornya, Senin (8/7/24). (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Seorang ayah di Kabupaten Pati tega memperkosa anak kandungnya berkali-kali. Korban pemerkosaan yang berusia 18 tahun itu pun mengalami trauma berat.

Tenaga Profesional Psikis UPTD PPA Dinsos P3AKB Kabupaten Pati, Dita Nurlitasari mengungkapkan, pihaknya telah memberikan pendampingan kepada korban. Pendampingan ini langsung dilakukan usai menerima laporan dari pihak kepolisian terkait kelakuan biadab itu.

“Kami dapat laporan dari Polresta Pati untuk pendampingan korban diduga pelecehan seksual dari pelaku bapak kandungnya. Tugas saya hanya mendampingi secara psikolog korban,” kata dia, Senin (8/7/24).

Baca juga:  Usai Terbakar, SPBU Bangkalan Pati Dihentikan Sementara

Ia mengindikasikan kondisi korban saat ini mengalami depresi dan trauma. Bahkan, korban masih sering menangis saat bertemu lelaki yang belum dikenal.

“Kondisi kemarin pendampingan awal korban ada indikasi depresi. Histeris ketika bertemu dengan orang baru. Terutama lelaki. Dia tidak mau interaksi selain perempuan,” terangnya.

Tak hanya memberi pendampingan kepada korban, Dinsos P3AKB Kabupaten Pati juga melakukan pendampingan kepada ibu dan adik korban. Pendampingan ini dilakukan untuk menjaga kondisi kesehatan mental mereka.

“Korban tidak hanya anaknya tapi ibunya juga. Karena diduga ayah kandungannya melakukan (pemerkosaan). Pendampingan psikologis ke anak dan ibunya. Karena proses hukumnya panjang dan berat,” ujarnya.

Baca juga:  Warga Binaan Lapas Pati Dinyatakan Nonreaktif HIV/AIDS & Sifilis

Menurutnya, butuh pendampingan yang intensif terhadap korban pelecehan seksual semacam ini. Karena hal ini menyangkut masa depan mereka.

“Kondisi anak seperti ini memang perlu penguatan. Terutama ke pada ibunya. Karena ibunya yang akan mendampingi anak-anaknya,” tutur dia.

Dita menyebut langkah pendampingan akan terus dilakukan. Sedangkan untuk pengamanan, kini korban bersama adik-adik tinggal di kediaman pamannya yang ada di Kendal.

“Pendidikan tidak berimbas. Masih ingin dan motivasi di bidang akademik. Ibunya shock, kalau tiga anaknya di bawa ke Kendal. Lingkungan sudah tahu,” pungkasnya. (lut)