Pati  

Miris, Ayah Tega Perkosa Anaknya Berkali-kali

KETERANGAN: Kasat Reskrim Polresta Pati Kompol M Alfan Armin saat diwawancarai wartawan di kantornya. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Seorang ayah di Kabupaten Pati tega memperkosa anak kandungnya berkali-kali. Pelaku pemerkosaan itu pun sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pati untuk mempertanggung perbuatannya.

Kasat Reskrim Polresta Pati Kompol M Alfan Armin mengungkapkan, tersangka memperkosa anaknya sejak tahun 2023 lalu. Kelakuan bejat ini terbongkar usai korban melaporkan kejadian ini kepada pamannya.

“Korban disetubuhi tersangka berkali-kali di hotel dan di rumah dari Maret 2023 (saat korban berusia 17 tahun) sampai dengan bulan Juni 2024. Sampai korban bercerita ke salah satu paman korban,” ungkapnya, Senin (8/7/24).

Baca juga:  Capaian UHC di Pati Naik Hingga 98 Persen

Usai mendapatkan laporan ini, sang paman kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Polisi terdekat pada pekan lalu. Pihak kepolisian langsung menangkap pelaku.

“Setelah menerima laporan, lalu petugas bergerak cepat dengan melakukan wawancara terhadap korban dan ibu korban serta mengumpulkan bukti-bukti dan kemudian mengamankan tersangka,” terangnya.

Dalam hasil pemeriksaan kepolisian, tersangka telah mengakui perbuatan bejatnya itu. Lelaki parah baya itu mengelabui istrinya sebelum melancarkan aksinya.

“Korban diajak oleh tersangka yang juga ayah kandungnya untuk pergi jualan dengan mengendarai mobil. Lalu korban diajak tersangka ke sebuah hotel di wilayah Pati,” ucap dia.

Baca juga:  Ribuan Warga Mancing Bareng Muh Zen

Kompol M Alfan menerangkan, awalnya korban menolak untuk disetubuhi. Namun korban diancam akan dibunuh jika tidak mau memuaskan hasratnya birahi ayahnya itu.

“Korban menolak dan mengatakan akan melaporkan ke pamannya. Namun tersangka mengancam korban apabila korban melapor ke pamannya, maka korban akan dibunuh. Ibunya atau bapak-ibunya akan bercerai sehingga korban tidak punya orang tua lagi. Kemudian korban disetubuhi oleh tersangka,” terangnya.

Selain mengancam, tersangka juga berusaha menutupi kelakuan busuknya itu. “Korban juga dibawa oleh tersangka untuk suntik KB sebanyak 6 kali setiap 3 bulan,” sebutnya.

Baca juga:  Diskominfo Pati Sosialisasikan Bahaya Rokok Ilegal ke Masyarakat

Atas perbuatannya itu, tersangka hukuman penjara maksimal 15 tahun. Yakni dikenakan Pasal 81 ayat 1 dan ayat 3 UU No. 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Perpu No. 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas UU No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. (lut)