Pemprov Jateng Masih Punya PR Banjir Rob

Sekda Jateng, Sumarno. (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Provinsi Jawa Tengah (Jateng) masih memiliki pekerjaan rumah (PR) yang tak kunjung selesai. Yakni permasalahan banjir rob di wilayah pesisir Demak, Pekalongan, dan Kota Semarang. Oleh karena itu, permasalahan tersebut tertuang dalam rencana pembanguan jangka panjang daerah (RPJPD) 2025-2045 yang disepakati oleh Pemprov dan DPRD Jateng pada Rapat Paripurna, kemarin.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Sumarno mengungkap tiga akar masalah penyebab banjir rob yang bertahun-tahun melanda kawasan pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah. Pemicu utama banjir rob yang tidak kunjung selesai ialah penuurunan permukaan tanah atau land subsidance. Lalu, alih fungsi lahan di kawasan hulu atau atas yang mengabaikan kelestarian lingkungan.

Baca juga:  Klarifikasi PHK, PT Sei Apparel Masih Beroperasi

“Satu ada land subsidance, penurunan permukaan tanah. Kedua adalah kondisi-kondisi di daerah atas terkait menjaga kelestarian hutan. Nanti kita bersama teman-teman kabupaten/kota untuk menaati masalah tata ruang di Pantura,” ungkapnya usai menghadiri Rapat Paripurna di Gedung Berlian DPRD Jateng, Senin (8/7/24).

Selain itu, ada pula penggunaan air tanah yang masif untuk kebutuhan industri di wilayah pesisir Pantura. Terkait hal ini, pihaknya mengupayakan penggunaan air baku untuk mengganti air tanah.

“Kita juga banyak masalah industri yang menggunakan air tanah. Sehingga kita berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menyediakan air baku sebagai subtitusi air tanah menjadi air baku,” ucap Sekda Jateng.

Baca juga:  KPK Beri Bimtek Keluarga Berintegritas pada 35 Kepala Dinas

Oleh karena itu, Pemprov Jateng akan bekerja sama dengan Universitas Diponegoro (Undip) untuk menjadikan air laut sebagai pengganti air tanah untuk memenuhi aktivitas industri di pesisir Pantura.

“Kemarin kami berdiskusi dengan Undip, Undip juga ada kerja sama dengan Australia ada pembuatan mesin penjernih air laut untuk menjadi air bersih,” kata Sumarno.

Lebih lanjut, Pemprov Jateng mendukung langkah pemerintah pusat yang tengah membangun giant sea wall atau tanggul laut raksasa sebagai upaya penanganan banjir rob di pesisir Pantura Jateng.

“Secara program ini kalau kemarin dari pusat kan sudah digagas lagi giant sea wall yang akan dilakukan. Tapi upaya secara berkesinambungan adalah kita menjaga kondisi lingkungan, karena Pantura ini bebannya berat,” tandasnya. (luk/gih)