Sultan Perintahkan Gulung Karpet Merah Semua Tambang Ilegal di Yogyakarta

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X. (MUHAMMAD ABU YUSUF AL BAKRY/JOGLO JOGJA)

YOGYAKARTA, Joglo Jogja – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X angkat bicara mengenai maraknya aktivitas tambang ilegal di Yogyakarta. Tindakan tegas dilakukan terhadap tambang yang tidak memiliki izin resmi.

“Kepatuhan terhadap aturan perlu ditegakkan, untuk menjaga kelestarian lingkungan. Kemarin sudah dilakukan penindakan, tetapi kalau memang semakin banyak penambangan yang ilegal, harus ditutup saja,” ungkapnya, Senin (8/7/24).

Pihaknya menambahkan, penutupan ini harus dilakukan secara teliti, terutama dalam pengawasan aktivitas tambang yang tengah beroperasi di wilayah terlarang. Menurutnya, hal ini dapat merusak lingkungan apabila tidak patuh dalam aturan.

Baca juga:  Donor Darah HUT ke-77 Pemkot Yogyakarta: Tingkatkan Kesadaran Masyarakat dan ASN untuk Menyelamatkan Nyawa Orang Lain

“Seperti penambangan liar di Gunungkidul, tambang yang berada di area karst yang menurut keputusan kawasan tidak boleh ditambang, harus dihentikan,” tuturnya.

Pihaknya menyebut, Pemda DIY tetap terbuka terhadap investasi dalam sektor pertambangan. Namun, semua kegiatan harus sesuai dengan aturan yang berlaku, terutama dalam aspek perizinan yang lengkap dan jelas.

“Artinya, semua penambangan harus melalui proses izin yang jelas. Kalau tidak ada izin yang jelas ya ditutup saja, terutama yang legal,” jelasnya.

Penindakan terhadap tambang ilegal ini, diharapkan dapat mengurangi aktivitas yang merugikan lingkungan dan masyarakat. “Harapannya semua pihak dapat mematuhi aturan demi menjaga kelestarian alam DIY,” pungkasnya.(suf/sam)