Demak  

Warga Swiss Buat Jembatan Gantung di Demak

PANTAU: saat perwakilan Toni Ruttiman Swiss di Indonesia dengan didampingi Kodim Demak meninjau jembatan di Desa Jleper, Kecamatan Mijen yang rusak, Senin (8/7/24). (HUMAS/JOGLO JATENG)

DEMAK, Joglo Jateng – Komandan Kodim 0716/Demak Letkol Kav Maryoto didampingi Danramil 05/Mijen Lettu Arh Andi Nunung Purwanto dan Kapolsek Mijen AKP Khoirul Anam bersama perwakilan Toni Ruttiman Swiss di Indonesia melaksanakan peninjauan jembatan rusak di Desa Jleper, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, Sabtu (06/07/24).

Jembatan sepanjang 130 meter dengan lebar 2,5 meter yang menghubungkan Desa Jleper dengan Desa Ngelokulon ini sebelumnya dibangun menggunakan dana swadaya warga desa. Namun, kondisi terkini salah satu tiang penyangga jembatan sudah patah, pagar keropos, alas jembatan dari papan kayu sudah rusak. Parahnya, kerangka jembatan juga sudah keropos dan patah.

Baca juga:  Ribuan Pantarlih Demak Diterjunkan Jelang Pilkada 2024

Kepala tim survey Toni Ruttiman Swiss di Indonesia, Suntana menyampaikan, bahwa setelah melihat kondisi jembatan, pihaknya berencana akan membuat jembatan gantung yang baru. Dengan membantu menyediakan bahan meterial besi kerangka jembatan dan tali sling.

“Nanti kita bantu bangun jembatan gantung di lokasi yang baru yang lebih luas, mengingat lokasi jembatan lama tidak memungkinkan untuk dibuat jembatan gantung,” ungkapnya pekan Senin (8/7/24).

Sementara itu, menurut Dandim Letkol Kav Maryoto, patahnya tiang beton penyangga dan besi penopang yang keropos disebabkan karena jembatan tersebut sudah berumur lebih dari 50 tahun. Sehingga material dari besi dan baja mengalami korosi dan kerusakan.

Baca juga:  Perbaikan Jalan di Demak Diupayakan Rampung di 2024

“Sampai saat ini, jembatan ini masih digunakan sebagian warga khususnya para petani untuk mobilisasi ke area persawahan, karena jembatan ini satu-satu akses yang bisa dilalui,” jelas Dandim.

Dandim juga mengapresiasi peran swasta, Toni Ruttiman Swiss di Indonesia, yang bersedia membantu menyediakan infrastruktur bagi masyarakat Demak. Diakuinya, ketersediaan prasarana fisik berupa jembatan menjadi faktor penunjang pengembangan wilayah.

Hanya saja, adanya keterbatasan dari Pemerintah Kabupaten Demak yang tidak bisa secara cepat memenuhi permintaan warga akan kebutuhan masyarakat tersebut. Khususnya jembatan penghubung Desa Jleper yang belum bisa dipenuhi.

Baca juga:  Website Pemkab Demak Aman dari Peretasan

“Alhamdulillah, adanya kepedulian dari masyarakat dan swasta layak diberi apresiasi karena telah membantu pemerintah dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur. Semoga proses kedepannya berjalan lancar,” pungkasnya. (adm)