Dishub Rembang Soroti Daerah Rawan Kecelakaan

RAMBU-RAMBU: Tampak rambu-rambu di pertigaan Jl. Jend. Sudirman, baru-baru ini. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

REMBANG, Joglo Jateng – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Rembang terus berupaya meningkatkan keselamatan di berbagai titik rawan kecelakaan di wilayahnya. Untuk itu mereka mengidentifikasi beberapa daerah rawan kecelakaan. Antara lain di pertigaan RSUD, jalan Pantura Kaliori, jalan Pantura Sluke-Kragan, jalan di Kecamatan Bulu. Serta jalan yang biasa dilewati angkutan bahan tambang.

Kepala Dishub Rembang, Drupodo mengatakan, pihaknya sudah berulang kali mengimbau perusahaan tambang untuk menggunakan penutup terpal dan tidak memuat melebihi kapasitas pada truk angkutannya. Akan tetapi kecelakaan masih sering terjadi.

Baca juga:  Lazismu Rembang Serahkan Beasiswa ke 20 Siswa

Ia berupaya mencukupi rambu-rambu yang dibutuhkan serta marka jalan. Terutama pada jalan yang menjadi kewenangan pemkab.

Selain itu, dirinya juga menangani kebutuhan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU). Untuk jalur pantura menjadi kewenangan Pemerintah Pusat. Sedangkan jalur provinsi dikelola oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Kami selalu mengajukan sarana dan prasarana kelengkapan jalan kepada Pemerintah Pusat melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) di Terminal Tirtonadi Solo. Serta melalui UPT pemerintah provinsi di Pati,” jelasnya.

Tahun ini, Dishub Rembang telah mengusulkan pemasangan warning light di beberapa titik. Seperti di SMP N 1 Kragan, SMP N 1 Bulu, dan sebelah timur Kecamatan Bulu. Namun, hingga kini belum ada pemberitahuan lebih lanjut mengenai realisasinya.

Baca juga:  Karya Seni: Edisi Gareng Menyandang Gelar Sarjana

Selain pemasangan rambu dan marka jalan, Dishub juga fokus pada sosialisasi kepada pengemudi dan melaksanakan ramp check untuk memastikan kelaikan kendaraan. Terutama menjelang hari-hari besar seperti Lebaran dan Natal.

“Kami bekerja sama dengan pihak terkait untuk melakukan pengecekan kelaikan kendaraan, baik bus antar kota antar provinsi maupun bus pariwisata,” tambahnya.

Menurut pantauan Dishub, jalan paling rawan kecelakaan di Rembang adalah jalan dengan kewenangan nasional. Sementara kecelakaan roda dua paling tinggi terjadi di jalan yang menjadi kewenangan kabupaten. Upaya preventif terus dilakukan untuk mengurangi angka kecelakaan di wilayah ini. (cr3/fat)