Kudus  

Karena Rusak, Warga Terima Bantuan Rumah Sederhana Layak Huni

SERAH: Para warga penerima Bantuan Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) tampak sedang menunggu serah terima di Pendopo Kabupaten Kudus, Rabu (10/7/2024). (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng –  Penerima bantuan Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) tersebar di 9 kecamatan Kabupaten Kudus. Diantaranya 9 rumah di Kecamatan Bae, 5 rumah di Kecamatan Dawe, 9 rumah di Kecamatan Gebog, 5 rumah di Kecamatan Jati, 11 rumah di Kecamatan Jekulo, 11 rumah di Kecamatan Kaliwungu, 4 rumah di Kecamatan Kudus, 7 rumah di Kecamatan Mejobo, dan 19 rumah di Kecamatan Undaaan.

Program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) dilakukan demi meningkatkan taraf dan kualitas hidup masyarakat. Dengan merenovasi dan membangun 80 hunian yang berada di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Total anggaran yang dikucurkan untuk program tersebut mencapai Rp4 miliar.

Baca juga:  Peringatan Hari Koperasi di Kudus akan Digelar Meriah

Salah satu penerima bantuan program RLSH dari Desa Bulucangkring, Kecamatan Jekulo, Musni mengucap rasa syukur karena mendapat tempat tinggal layak setelah rumah lamanya roboh karena hujan dan angin. Kini hunian Musni menjadi lebih kokoh, aman, sehat, dan nyaman usai rumahnya dibangun ulang oleh PT Djarum.

“Rumah saya awalnya cuma terbuat dari bambu yang keropos, lalu roboh. Saya berdoa agar ada pihak yang masih peduli dengan rakyat kecil. Alhamdulillah saya mendapat bantuan dari mereka, sehingga saya punya rumah yang layak untuk hari tua saya. Sekarang saya bisa benstirahat dan melanjutkan hidup dengan lebih baik” ucapnya, Rabu (10/7/2024).

Baca juga:  25 Kontingen Ramaikan Kirab Desa Pasuruhan Lor

Sementara itu, Deputy General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto mengatakan, program RSLH bertujuan untuk membantu masyarakat di Kabupaten Kudus dalam upaya meningkatkan kualitas hidupnya. Pihaknya berkolaborasi dengan Dinas PKPLH Kabupaten Kudus guna membantu masyarakat dengan penghasilan rendah agar memiliki hunian yang lebih aman, sehat, dan nyaman.

“Berdasarkan data PKPLH, ada sekitar enam ribuan rumah tinggal yang tidak layak huni di Kudus. Maka kami melihat program RSLH ini harus dilanjutkan untuk membantu memperbaiki kualitas hidup masyarakat. Untuk semester pertama ini total ada 80 rumah, sementara pada semester kedua nanti kami menargetkan 100 rumah lagi,” pungkasnya. (adm)