KPU Kota Semarang Mulai Persiapkan Sosialisasi Tahapan Pemilu untuk Pemilih Pemula

Anggota Bidang Litbang dan Sismimbakum KPU Kota Semarang, Novi Maria Ulfah. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang mulai mempersiapkan diri untuk melakukan sosialisasi tahapan pemilu kepada pemilih pemula melalui KPU Goes To School dan Goes To Campus. Rencananya, kegiatan itu akan dilaksanakan pada Agustus hingga September mendatang.

Anggota Bidang Litbang dan Sismimbakum KPU Kota Semarang, Novi Maria Ulfah mengungkapkan, pihaknya telah menelusuri sekolah mana saja yang belum pernah tersosialisasikan terkait dengan tahapan pemilu. Adapun beberapa instansi pendidikan yang disasar, antara lain sekolah negeri, swasta dan pondok pesantren.

Baca juga:  Meriahkan Bazar UMKM Banyumanik, KKN Posko 22 UIN Walisongo Gali Nilai-nilai Moderasi Beragama

“Nah itu kemudian kita cek lagi sekolah-sekolah tersebut terus perguruan tinggi maupun swasta. Sebisa mungkin kita sosialisasikan di Kota Semarang supaya kita bisa hadir di situ,” ucapnya saat dikonfirmasi Joglo Jateng, belum lama ini.

Lebih lanjut, ia menerangkan, pihaknya berencana akan mengumpulkan semua perwakilan sekolah dari 15 SMA dan 10 perguruan tinggi. Tujuannya untuk menyesuaikan jadwal sosialisasi.

“Karena ini masih libur sekolah dan kampus nanti nunggu mereka di awal tahun ajaran baru. Di samping itu kan mereka ada program P5 itu,” katanya.

Baca juga:  REZtricted Rooftop Lounge: Destinasi Kuliner Baru dengan Sajian Argentina di Semarang

Menurutnya, potensi pemilih pemula terbilang banyak pada pemilihan kepala daerah (pilkada) 2024 nanti. Maka dari itu, pihaknya ingin mulai mengedukasi masyarakat kembali khususnya kepada pemilih baru dari kalangan generasi Z.

“Efektif untuk meningkatkan partisipasi terutama untuk pemilih pemula dan cukup terbantu. Jadi kita berusaha untuk menyasar tidak hanya pemilih yang gen Z. Tetapi setelah ini kita ke kelompok lainnya seperti marginal dan masyarakat lainnya,” jelasnya.

Secara nasional, kata Novi, target partisipasi masyarakat masih sama seperti pemilu sebelumnya, yakni sebesar 77,5 persen. Meski begitu, pihaknya sedang berusaha untuk bisa memenuhi target yang ditentukan.

Baca juga:  KKN Moderasi Beragama UIN Walisongo Terjunkan 240 Mahasiswa di Kecamatan Gunungpati Semarang

“Memang sejauh ini kita belum sampai sejauh itu (77,5 persen, Red.). Baru terbanyak kemarin 68 persen. Pilwakot sebelumnya paling tinggi 68 persen. Kalau tahun 2005 diangka 66 persen, dan 2015 ada 63 persen,” ujarnya. (int/adf)