Mainan Jadul Tetap Jadi Primadona

LIHATKAN: Penjual mainan Supryatno saat memperlihatkan Jekikrek Khas Lamongan di Pasar Kangen, Selasa (9/7/24). (RIZKY ADRI KURNIADHANI/JOGLO JOGJA)

KE Yogyakarta tidak afdol jika tidak mengunjungi event tahunan Pasar Kangen, karena banyak makanan, minuman dan permainan tempo dulu yang tersaji. Seperti halnya mainan yang terbuat dari daun nipah diberi nama Jekikrek dari Lamongan, Jawa Timur ini.

Meskipun mainan jadul, Jekikrek masih digemari hingga sekarang. Menurut salah satu penjual mainan, Supryatno, dalam sehari ia dapat meraup omset Rp 500-650 ribu per hari pada pelaksanaan Pasar Kangen.

Supryatno menjelaskan, mainan Jekikrek ini berasal dari Lamongan dan jarang dijumpai di Yogyakarta. Dan di pasar kangen ini merupakan kali pertama jualan. Lantaran ini merupakan event yang tepat untuk memperkenalkan mainan jadul yang ada dari wilayah Jawa Timur.

Baca juga:  Gugah Jiwa Kebudayaan lewat Gelaran Tembang Macapat

“Di sini kami ingin mengenalkan mainan jadul dari tahun 1980an yang ada di Jawa Timur, yang berbentuk kuda lumping atau jaranan dengan cara memainkannya ditarik,” ungkapnya, kemarin.

Pasar kangen yang dilaksanakan pada 4-14 Juli itu, menjadi barokah bagi dirinya. Lantaran setiap hari bisa menjual paling sedikit 500 picis dengan harga yang ditawarkan Rp 15 ribu.

“Mungkin karena jarang ada di Yogyakarta, jadi banyak yang penasaran untuk membelinya. Karena mainan ini bisa ditemukan di Wonogiri ke Timur hingga Lamongan. Dalam kesempatan ini kami ingin melakukan tes pasar, ketika memang banyak peminatnya akan berjualan,” tambahnya.

Baca juga:  Sultan Perintahkan Gulung Karpet Merah Semua Tambang Ilegal di Yogyakarta

Lebih lanjut, dalam pembuatan mainan jadul Jekikrek ini tergolong memiliki kerumitan yang berbeda-beda. Seperti membuat bagian badannya mudah, namun untuk roda dan kepalanya memerlukan keahlian tersendiri.

“Membuat roda dan kepalanya itu memerlukan keahlian, karena bentuknya yang rumit, sehingga banyak orang yang tidak bisa membuatnya. Selain itu, sulitnya mendapatkan daun nipah menjadikan harga mainan ini cukup tinggi,” pungkasnya.(riz/sam)