Pojok Cerita di Perpustakaan Taman Pintar Tingkatkan AKM

UNJUK GIGI: Perpustakaan Taman Pintar SMP 1 Kaliwungu Kudus terus menyajikan layanan terbaik. Salah satunya pojok cerita sebagai ruang pembelajaran bakat bercerita dan pidato hingga pentas drama siswa, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Perpustakaan Taman Pintar di SMP 1 Kaliwungu berhasil ikut mewujudkan kenaikan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Terbukti, usai terakreditasi A 2023 lalu, nilai AKM literasi numerasi naik hingga 95,56.

Kepala SMP 1 Kaliwungu, Abdullah Noor, turut bangga dengan capaian yang diraih. Khususnya peningkatan literasi dan numerasi serta akreditasi.

“Kami melihat anak-anak turut antusias berkunjung ke perpusatakaan. Dan ini merupakan peningkatan yang luar biasa di zaman gadget ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan Taman Pintar, Muhammad Khoirul Umam menjelaskan, ada beberapa program yang telah pihaknya jalankan. Yaitu pojok cerita, pojok baca, duta baca, podcast dan konten digital.

Baca juga:  SMP Agustinus Semarang Siap Tampung Siswa yang tak Lolos di Sekolah Negeri

“Program ini telah berjalan khususnya semenjak terakreditasi tahun lalu. Dan kami rasa peningkatan signifikan akan literasi dan numerasi di sekolah,” jelasnya.

Ia menilai jumlah kunjungan meningkat empat kali lipat semenjak akreditasi. Bahkan tiap harinya ratusan siswa antusias berkunjung ke perpustakaan. “Hal ini karena jumlah koleksi dan fasilitas meningkat. Sehingga anak-anak lebih nyaman untuk belajar di perpustakaan,” ujarnya.

Pada program pojok baca, kata dia, tersedia di masing-masing kelas bernama Al Kalas atau kepanjangan dari almari pojok baca kelas. Buku tersebut rutin dilakukan rolling tiap bulan antar kelas.

Baca juga:  Ciptakan Budaya Gemar Membaca Melalui Perpustakaan Jelita

“Dan setiap pojok baca memiliki variasi di masing-masing kelas. Kebanyakan siswa memodifikasi pojok baca berbentuk lesehan dengan meja kecil,” katanya.

Sementara, pada pojok cerita siswa bisa menggunakan fasilitas berupa panggung  kecil yang biasanya digunakan untuk memerankan suatu drama atau cerita. Pojok cerita ini juga sering digunakan untuk pembelajaran mata pelajaran Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia.

Sementara pada program duta baca, pemilihan dilakukan dari siswa-siswi kelas 7 dan 8 melalui tes tertulis, wawancara dan orasi. Dengan hasil seleksi terdiri juara 1 sebagai duta baca. Dan juara 2 juara 3 sebagai pustakawan muda.

Baca juga:  Hidupkan Lahan Kosong dengan Kebun Sayur

“Di program ini di masing-masing juara ada tiga pasang. Mereka memiliki tugas rolling buku di Al Kalas. Mereka juga mengajak teman mereka untuk membaca di perpustakaan dan membuat konten,” paparnya.

Hingga kini, ketersediaan buku digital atau e book sebanyak 800 judul. Sementara buku fisik sebanyak 3.600 judul buku 11 ribu eksemplar.

“Harapan adanya taman pintar literasi ini, gemar membaca oleh siswa terus meningkat. Serta mereka lebih memahami pengetahuan literasi dan pencegahan berita hoax,” harapnya. (cr1/fat)