Gugah Jiwa Kebudayaan lewat Gelaran Tembang Macapat

PRAKTIK: Beberapa siswa SMP N 2 Jetis tengah menunjukkan bakatnya dalam gelaran Kebudayaan yang diselenggarakan di Gedung TVRI, Selasa (9/7/24). (HUMAS/JOGLO JOGJA)

SMP Negeri 2 Jetis berpartisipasi dalam kegiatan Ngudhar Kawruh Tembang yang diselenggarakan oleh TVRI untuk tingkat SMP. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan kembali dan melestarikan budaya Jawa, terutama tembang macapat yang belakangan ini kurang diminati oleh siswa.

Guru Bahasa Jawa SMPN 2 Jetis, Arum Sutarsih mengungkapkan, kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) DIY. Harapannya agar siswa dapat memanfaatkan waktu mereka dengan menonton tayangan yang memiliki nilai edukasi dan budaya, bukan hanya bermain ponsel.

“Setiap sekolah mengirimkan lima peserta untuk berpartisipasi dalam acara ini. Untuk selingan acara, variasi selingan bebas dilakukan, dan SMP Negeri 2 Jetis memilih untuk menampilkan dolanan anak tradisional Sluku-Sluku Bathok dengan melibatkan empat siswa,” ungkapnya, Rabu (10/7/24).

Baca juga:  Masyarakat Pesisir Diberi Pelatihan Medis Dasar

Pihaknya menyebut, kegiatan ini dapat diikuti oleh seluruh sekolah dari kabupaten dan kota di DIY, dan ditunjuk oleh Dikpora DIY. Dari Kabupaten Bantul, tiga sekolah yang ikut serta adalah SMP Negeri 2 Jetis, SMP Negeri 2 Kasihan, dan SMP Negeri 3 Pleret.

“Kebetulan dari salah satu siswa kami, Fandi Arif Firmansyah membawakan tembang macapat kinanti karya Pak Kepala Sekolah, Bapak Raden Gantyo Suhartono dan naskah percakapan dalam acara juga ditulis oleh beliau,” tuturnya.

Meskipun tidak ada tema khusus yang ditetapkan untuk penampilan ini, kontennya sangat sarat dengan nilai-nilai edukasi. Dirinya menyebut, ini adalah kali kedua SMP Negeri 2 Jetis ditunjuk oleh Dikpora Provinsi DIY untuk mengikuti program Ngudhar Kawruh Tembang.

Baca juga:  Warga Antusias Kerjakan Pembangunan Fisik Padat Karya

“Partisipasi pertama kami adalah tahun 2021, ketika pandemi masih berlangsung. Pada saat itu, jumlah orang yang diperbolehkan masuk ke studio sangat dibatasi. Sekarang, dengan pelonggaran aturan pandemi, sekolah diizinkan untuk membawa suporter ke studio untuk menambah semangat para peserta dan memberikan dukungan moral yang signifikan,” pungkasnya. (suf/abd)