Vita Dapat Beasiswa di SMA Mardisiswa

Wakil Ketua III Pendaftaran PPDB Jateng 2024, Sunarto. (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah atau Disdikbud Jateng, telah mendaftarkan Vita Azahra (15) ke SMA Mardisiswa. Sebelumnya, ia menjadi calon peserta didik (CPD) yang tak bisa masuk sekolah negeri melalui jalur afirmasi.

Wakil Ketua III pendaftaran PPDB Jateng 2024, Sunarto mengungkapkan, tak hanya mendaftarkan, pihaknya menjamin beasiswa secara penuh atau gratis bagi siswi dari kalangan keluarga tidak mampu itu. Beasiswa bagi Vita, putri dari pasutri tunanetra yang berprofesi sebagai tukang pijat tersebut, dilakukan sebagai tanggung jawab karena telah terpental di jalur afirmasi. Adapun permasalahan afirmasi itu karena data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) milik Vita masuk dalam data P4 atau keluarga rentan miskin.

Baca juga:  Deklarasi Kades, KPU Jateng: Tahapan Pecalonan belum Ada

“Sudah kira daftarkan di SMA swasra Mardiswa. Semua biaya sekolah dari Disdikbud Jateng,” kata Sunarto kepada Joglo Jateng, belum lama ini.

Ketika disinggung, alasan memilih mendaftarkan Vita di SMA Mardisiswa, Sunarto hanya menyampaikan agar anak tersebut segera mendapatkan sekolah sebelum ajaran baru di mulai. Sementara kenapa tak bisa memfasilitasi sekolah di SMAN 9 dan SMAN 4, pihaknya menjelaskan karena tahapan PPDB Jateng 2024 sudah sampai di tahap daftar ulang.

“Sementara CPD (calon peserta didik, Red.) yang bersangkutan harus segera mendapat tempat sekolah,” jelasnya.

Baca juga:  Pemprov Jateng Petakan Kerawanan Pilkada 2024

Oleh karena itu meski Disdikbud Jateng tak bisa memfasilitasi di SMAN 9 dan SMAN 4, Sunarto berharap Vita Azahra tak patah semangat dalam menuntut ilmu. Ia berharap, anak pasutri tunanetra itu bisa terus menimba ilmu agar cita-citanya bisa tergampai.

“Semoga CPD yang bersangkutan bisa terus mempersiapkan diri untuk masa depannya, untuk mengangkat harkat martabat keluarganya, melalui belajar dan berkegiatan positif untuk pengembangan dirinya,” harapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Sumarno, menilai permasalahan Vita Azahra terjadi di dalam DTKS. Sehingga ini yang menyebabkan anak pasutri tunanetra tersebut tidak bisa mendaftar PPDB SMA negeri jalur afirmasi.

Baca juga:  DPU Kota Semarang Keruk Sedimen untuk Hadapi Musim Hujan

“Itu bukan dari sisi PPDB yang bermasalah, tetapi dari DTKS yang tidak sesuai. Kami sudah menyampaikan ke teman-teman dan berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk perbaikan data,” tegas Sumarno.

Sumarno menambahkan, masalah perbaikan data termasuk hal yang urgen karena menentukan status sosial keluarga. Apalagi, basis data itu digunakan untuk penanganan kemiskinan ekstrem agar lebih tepat sasaran.

“Masalah perbaikan data ini memang kami tunggu-tunggu juga, kemarin dari BPS (Badan Pusat Statistik, Red.) melakukan pemantauan sosial ekonomi. Makanya itu menjadi basis data untuk penanganan kemiskinan agar lebih presisi,” imbuhnya. (luk/adf)