Jepara  

Tembus 2.083 Kasus! Jepara Siaga DBD Jelang Puncak Musim Hujan

Wakil Ketua Komisi C DPRD Jepara, Imam Subhi. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Jepara kembali menjadi sorotan. Per Januari hingga September 2025, tercatat ada 2.083 kasus dengan 1 korban meninggal dunia.

Sementara itu, kasus chikungunya mencapai 14 kasus dari Januari-Oktober. DPRD meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) perketat mitigasi dan tidak lengah menjelang puncak musim penghujan.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Jepara, Imam Subhi mengingatkan bahwa periode November hingga Februari adalah fase paling rawan karena musim penghujan. Lonjakan kasus DBD, kata dia, sering terjadi di masa pergantian dan awal musim hujan.

“Kami punya kajian bahwa periode paling kritis itu November sampai Februari. Pada empat bulan ini, antisipasi pemerintah melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) harus benar-benar ditingkatkan,” jelas Imam melalui sambungan telepon, Rabu (26/11/25).

Imam mendorong Pemkab untuk memperkuat mitigasi mulai dari skrining kesehatan, peningkatan PHBS hingga gerakan bersih lingkungan yang melibatkan desa sampai tingkat RT. Kegiatan produktif semacam itu dapat menekan potensi lonjakan kasus maupun angka kematian akibat dampak dari DBD maupun Chikungunya.

Ia juga meminta Puskesmas memperketat surveilans lapangan. Termasuk menelusuri penyebab penyebaran di titik-titik munculnya kasus.