Sekolah 6 Hari di Jateng Belum Berlaku, Wagub Taj Yasin: Masih Kami Rumuskan

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat diwawancarai awak media mengenai kebijakan pendidikan di Muladi Dome Undip Semarang
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Mainoen. (HAFIFAH NUR CHASANAH/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng — Wacana penerapan enam hari sekolah pada jenjang SMA/SMK di Jawa Tengah dipastikan belum akan diberlakukan dalam waktu dekat. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menegaskan bahwa kebijakan tersebut masih berada pada tahap perumusan dan belum memiliki tenggat waktu penetapan.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan hingga kini belum ada pembaruan maupun keputusan final terkait kebijakan enam hari sekolah. Pemprov masih menimbang berbagai aspek sebelum mengambil langkah lanjutan.

Masih Tahap Perumusan

“Belum ya, kita masih tahap merumuskan lagi,” kata Taj Yasin saat ditemui di Muladi Dome Universitas Diponegoro (Undip), Kota Semarang, Selasa (16/12/2025).

Ia menegaskan belum ada batas waktu kapan kebijakan tersebut akan diputuskan. Menurutnya, Pemprov masih memerlukan waktu untuk mematangkan kajian sekaligus mempertimbangkan respons masyarakat.

“Belum ada tenggatnya, nanti ya,” ujarnya singkat.

Sebagai informasi, sebelumnya kebijakan enam hari sekolah sempat disosialisasikan secara terbatas di tingkat SMA/SMK. Dalam skema tersebut, kegiatan belajar mengajar direncanakan berlangsung setengah hari pada Jumat dan Sabtu sebagai penyesuaian jadwal.