KUDUS, Joglo Jateng – Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, pencairan THR karyawan rokok di Kudus membawa angin segar bagi puluhan ribu pekerja. Kucuran dana tunjangan berskala raksasa ini dipastikan akan memutar roda perekonomian lokal secara masif di tengah tingginya harga kebutuhan pokok saat Ramadan.
Senior Manager Public Affairs, Purwono Nugroho, mengungkapkan bahwa manajemen telah mendistribusikan total dana THR sebesar Rp 147.904.712.400 pada tahun ini. Angka fantastis tersebut disalurkan kepada 53.995 karyawan produksi harian borong yang bekerja di berbagai unit, baik di wilayah Kudus maupun di luar kota.
Pemberian hak finansial pekerja tersebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yakni sekitar 13,3 persen apabila dikomparasikan dengan tahun sebelumnya.
“Kenaikan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Termasuk penambahan jumlah karyawan serta peningkatan dasar perhitungan THR yang diterima pekerja,” jelas Purwono, Rabu (11/3/2026).
Pencairan 100 Persen Lewat Rekening
Terkait mekanisme penyaluran uang tunjangan, pihak perusahaan menegaskan bahwa pembagian dilakukan sepenuhnya secara digital atau nontunai untuk memastikan ketepatan dan perlindungan bagi buruh.
“Semua kami transfer 100 persen melalui rekening karyawan. Dengan cara ini prosesnya lebih efisien, praktis, dan tentunya lebih aman bagi para pekerja,” ungkapnya.
Kabar mengenai pencairan THR PT Djarum ini disambut sangat antusias oleh para buruh di lapangan. Salah satu karyawan asal Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kirana, mengaku amat bersyukur haknya telah terpenuhi.
“Senang sekali tentunya karena mendapat THR dari perusahaan. Rencananya akan dipakai untuk kebutuhan Lebaran,” ujarnya.
Karyawati yang telah mengabdi selama tiga tahun tersebut menyebutkan bahwa nominal THR yang ia terima tahun ini menyentuh Rp 3.135.000. Jumlah tersebut diakuinya juga mengalami kenaikan dari penerimaan momen Idulfitri lalu.
Menurut Kirana, penerapan penyaluran nontunai sangat mempermudah pekerja karena mereka tidak perlu lagi berdesakan mengambil uang tunai di area pabrik.
“Menurut saya lebih mudah karena sekarang lewat transfer ATM. Jadi lebih praktis dan juga lebih aman untuk bertransaksi,” katanya memungkasi. (adm/fat/rds)










