Kendal  

Indonesia Peringkat 2 Kasus TB Dunia, Anggota DPR RI Ajak Warga Kendal Galakkan Germas

Sekumpulan warga tengah mengikuti acara sosialisasi kesehatan terkait Germas dan pencegahan Tuberkulosis di dalam gedung olahraga.
KETERANGAN: Suasana kegiatan sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang digelar di GOR Desa Rejosari, Kecamatan Kangkung, Jumat (3/4/2026). (AGUS RIYADI/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – Ancaman penyakit tuberkulosis (TB) di Indonesia kian mengkhawatirkan setelah menempati peringkat kedua dengan jumlah penderita terbanyak di dunia. Merespons kondisi darurat kesehatan tersebut, masyarakat di Kabupaten Kendal didorong untuk lebih waspada dan masif menerapkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Fraksi PKS, Dr. Muh Haris menyampaikan seruan tersebut di hadapan sekitar 400 peserta yang berasal dari Kecamatan Kangkung, Cepiring, dan Rowosari.

Sosialisasi kesehatan itu berlangsung di GOR Desa Rejosari, Kecamatan Kangkung pada Jumat (3/4/2026) sore. Dalam pelaksanaannya, Muh Haris turut menggandeng Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Semarang serta Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Ida Nurul Farida.

Ia menegaskan bahwa tingginya angka penularan TB di Tanah Air harus menjadi perhatian serius lintas elemen, bukan hanya tugas pemerintah semata.

“TB ini salah satu penyakit yang sangat berbahaya dan penularannya cepat. Indonesia sekarang peringkat kedua dunia, ini harus jadi perhatian kita bersama,” tegas Haris.

Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat mulai mengubah kebiasaan lama menjadi pola hidup sehat sebagai langkah mitigasi sejak dini.

Konsep ABCDE Germas

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah, Yuni Rahayuningtyas menjelaskan konsep dasar dari Germas.

Menurutnya, program ini sangat identik dengan kampanye ABCDE. Yakni meliputi aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari, konsumsi buah dan sayur, cek kesehatan rutin, diet gizi seimbang, serta menghindari asap rokok.

“Melalui Germas, kami ingin masyarakat membiasakan hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Yuni.