Ribuan Kupat Landan dan Tahu Kiringan Semarakkan Festival Klampok

SEMARAK: Festival Kupat Landan dan Tahu Kiringan di Desa Klampok, Kabupaten Banjarnegara, Sabtu (2/5). (HAFIFAH NUR CHASANAH/JOGLO JATENG)

BANJARNEGARA, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) kembali menggelar Festival Kupat Landan di Dusun Kiringan, Desa Klampok, Kecamatan Purwareja, Sabtu (2/5). Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Kridha Utama Purwasari ini menjadi agenda tahunan yang memadukan potensi budaya, kuliner, dan ekonomi masyarakat setempat.

Festival tersebut diawali dengan kirab budaya yang menampilkan ribuan produk lokal, yakni sejumlah 6.000 tahu kiringan dan 3.500 kupat landan. Ratusan peserta dari berbagai unsur masyarakat turut ambil bagian dalam kirab yang menjadi simbol eksistensi kuliner khas Desa Klampok.

Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Banjarnegara, Kuat Herry Isnanto mengatakan festival itu merupakan bentuk apresiasi terhadap inisiatif masyarakat dalam melestarikan tradisi lokal. Ia menyebut Kupat Landan sebagai kuliner khas yang memiliki nilai budaya dan potensi besar untuk dikembangkan.

“Ini adalah apresiasi untuk warga Desa Klampok yang sudah menginisiasi festival Kupat Landan dan Tahu Kiringan. Kuliner ini unik dan tidak semua daerah memiliki, sehingga perlu kita uri-uri sebagai bagian dari budaya,” ujarnya disela kegiatan.

Selain kirab, rangkaian kegiatan juga diisi dengan senam bersama, penampilan tari Aplang masal, hingga makan bersama Kupat Landan dan Tahu Kiringan. Tak hanya itu, panitia juga menyiapkan doorprize dan hiburan untuk menambah kemeriahan acara yang diikuti sekitar 500 hingga 600 peserta tersebut.

 

Kepala Desa Klampok, Agus Supriyono mengungkapkan, festival itu memberikan dampak positif bagi perekonomian warga, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, momentum itu mampu menggerakkan ekonomi kreatif di desa.

“Dengan adanya festival ini, UMKM di Desa Klampok bisa bergerak dan meningkat. Ini menjadi peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan momen dan mengembangkan usaha mereka,” katanya.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Zaki Mubarok menilai festival budaya seperti itu perlu terus didukung agar tidak terputus. Ia berharap kegiatan tersebut mampu menjadi daya tarik wisatawan sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi lokal.

“Festival ini harus terus dilestarikan setiap tahun. Selain menjaga budaya, kegiatan ini juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat dan memperkenalkan kuliner khas daerah ke publik yang lebih luas,” pungkasnya. (hfh/bid)