SDN Gajahmungkur 04 Peringati Maulid Nabi dengan Karnaval dan Syiar Islam

SUASANA: Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SD Negeri Gajahmungkur 04, Kamis (4/9/2025). (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Suasana penuh semarak tampak di SD Negeri Gajahmungkur 04 pada Kamis (4/9/2025). Seluruh siswa bersama guru dan orang tua murid menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan berbagai kegiatan. Mulai dari karnaval, pembacaan Maulid Diba hingga mauidah hasanah.

Guru Agama SD Negeri Gajahmungkur 04, Luthfi Amiludin Anshori menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan lebih awal dari rencana semula, yakni 12 September. Tujuannya agar momentum syiar dapat tersampaikan kepada masyarakat lebih cepat.

“Untuk kegiatan hari ini kami awali dengan karnaval sebagai bentuk syiar Islam kepada warga sekitar bahwa di SD Negeri Gajahmungkur 04 ada kegiatan peringatan Maulid Nabi. Dilanjutkan pembacaan Maulid Diba dan mauidah hasanah agar siswa-siswi terbiasa meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

Seluruh siswa yang berjumlah 128 anak mengikuti kegiatan tersebut. Menurut Luthfi, karena seluruh siswa beragama Islam, kegiatan keagamaan di sekolah ini mendapat dukungan penuh dari guru maupun wali murid.

Tema peringatan kali ini adalah “Meneguhkan Cinta Rasul Lewat Aksi Nyata”. Dalam praktiknya, aksi nyata tersebut diwujudkan melalui pembiasaan ibadah sehari-hari di sekolah. Salah satunya adalah salat Zuhur berjamaah yang rutin dilaksanakan dengan bimbingan guru secara bergiliran.

“Setiap Zuhur anak-anak salat berjamaah, dipimpin guru secara bergantian sekaligus memberi tausiyah singkat. Harapannya anak-anak terbiasa. Karena kalau sehari tidak diingatkan, mereka mudah lalai,” jelas Luthfi.

Selain itu, pihak sekolah juga bekerja sama dengan TPQ Al-Falah yang lokasinya dekat dengan sekolah. Sebagian besar siswa mengikuti pengajian di sana setiap sore sehingga pembiasaan membaca Al-Qur’an terus terjaga.

Menariknya, dalam peringatan kali ini siswa juga menampilkan rebana. Meski belum menjadi kegiatan ekstrakurikuler resmi, permainan rebana dilakukan secara spontan karena banyak siswa yang sudah terbiasa memainkannya di lingkungan tempat tinggal mereka.

“Rencananya memang ingin membuat ekstrakurikuler rebana, tapi terkendala keterbatasan alat. Meski begitu, anak-anak tetap semangat tampil,” tambah Luthfi.

Dengan berbagai rangkaian acara tersebut, pihak sekolah berharap peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi tradisi tahunan. Tetapi juga mampu menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui pembiasaan akhlak dan ibadah sejak dini. (luk/adf)