PEMALANG, Joglo Jateng – Dengan total 173 desa penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), penyelenggaraan pemilihan tahun depan mencetak rekor sejarah karena terbanyak sepanjang masa. Pada pelaksanaannya nanti, sistem e-voting tidak lagi digunakan seperti pada 2022 lalu dan akan mengadopsi sistem lama menggunakan kertas sebagai alat pemilihan suara.
Kepala Dispermasdes Kabupaten Pemalang, Ahmady Setiawan Widatmojo melalui Kabid Penataan Desa, Hersis Nurcahya mengatakan, dari total 212 desa di Pemalang, ada 173 desa yang akan menyelenggarakan Pilkades, dengan rincian 172 desa yang terakhir masa jabatan dan satu desa hasil pembentukan desa baru, yaitu Desa Sodongbasari di Kecamatan Belik. Menilik jumlah tersebut, pihaknya mendata tahun depan akan menjadi pilkades dengan total desa penyelenggara terbanyak.
“Ya ini jadi yang terbanyak Pilkades 2026, karena sebelumnya 6 tahunan sekarang menjadi 8 tahunan. Salah satunya ada di Desa Sodongbasari, Kecamatan Belik merupakan desa baru pembentukan hasil pemekaran di 2024 kemarin,” terangnya.
Pada prosesnya, kini Dispermasdes tengah mengadakan koordinasi dengan semua pihak terkait mulai dari desa, kecamatan hingga aparat pengamanan. Selain itu, proses penyusunan anggaran juga dilakukan bersama-sama seluruh OPD bukan hanya Dispermasdes saja. Karena melihat jumlahnya yang fantastis sehingga memerlukan kolaborasi seluruh pihak.
Selain itu, Hersis juga menekankan keamanan penyelenggaraan pilkades menjadi nomor satu baik kepada para panitia pilkades maupun masyarakat desa. Harapannya, pelaksanaan nanti dapat berjalan dengan lancar tanpa ada konflik atau gesekan antar masyarakat bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Kita sudah berkoordinasi dengan TNI/Polri terutama Babinsa dan Bhabinkamtibmas diseluruh desa tempat penyelenggaraan pilkades. Harapannya pelaksanaan tidak terjadi konflik, bareng-bareng jaga kamtibmas,” pungkasnya. (fan/adf)










