BPBD Rembang Usulkan Pemasangan Alat Pendeteksi Gempa ke BMKG

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Rembang, Sri Jarwati. (PEMKAB REMBANG/JOGLO JATENG)

REMBANG, Joglo Jateng – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang mengusulkan pemasangan alat pendeteksi gempa bumi kepada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat sistem mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di daerah.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Rembang, Sri Jarwati menjelaskan, Rembang termasuk wilayah yang dikelilingi sejumlah sesar aktif yang berpotensi memicu gempa bumi. Sesar yang paling dekat adalah Sesar Lasem, atau dikenal juga dengan Pati Thrust. Serta beberapa sesar lain di sekitarnya, seperti Sesar Blora, Sesar Purwodadi, Sesar Semarang, dan Sesar Muria.

“Kabupaten Rembang ini dikelilingi sesar-sesar aktif, maka alat pendeteksi gempa perlu kami usulkan. Kami sudah menyampaikannya kepada Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, serta Anggota Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana,” jelas Sri Jarwati.

Menurutnya, keberadaan alat pendeteksi gempa sangat penting untuk memperkuat mitigasi bencana di tingkat daerah. Selain itu, hasil monitoring BMKG juga menunjukkan adanya beberapa titik gempa baru yang belum dirasakan masyarakat.

“Mitigasi harus dilakukan sejak dini, agar masyarakat siap jika terjadi gempa bumi,” imbuhnya.