Gandeng UNICEF dan IPEHIJAU, Pemkab Banyumas Genjot Kualitas Sanitasi di 20 Puskesmas Lewat Kesling Plus

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono (kiri) saat menyaksikan penandatanganan dalam serah terima Program Kesling Plus di Hall Elsotel Hotel Purwokerto
TANDATANGANI: Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono (kiri) saat menyaksikan penandatanganan dalam serah terima Program Kesling Plus di Hall Elsotel Hotel Purwokerto, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

BANYUMAS, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas terus berkomitmen meningkatkan standar pelayanan kesehatan dasar. Komitmen ini diperkuat dengan adanya dukungan Program Kesling Plus dari UNICEF dan Yayasan Inovasi Pembangunan Hijau (IPEHIJAU).

Program ini merupakan upaya peningkatan kondisi Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) yang responsif gender, ramah disabilitas, inklusif, serta berketahanan iklim di lingkungan Puskesmas Kabupaten Banyumas.

Program Kesling Plus merupakan bentuk perluasan dari program Kesehatan Lingkungan di puskesmas. Cakupannya tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga meliputi pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM), penilaian risiko, serta kolaborasi lintas sektor.

Tujuannya adalah menciptakan lingkungan sehat di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes), yang mencakup penyediaan air bersih, sanitasi yang layak, pengelolaan limbah medis, hingga peningkatan kualitas lingkungan secara menyeluruh. Program ini juga didukung instrumen khusus untuk Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI).

Investasi Jangka Panjang

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono menekankan bahwa kualitas layanan kesehatan tidak hanya bergantung pada kompetensi tenaga medis, tetapi juga kondisi lingkungan fasilitas itu sendiri. Menurutnya, keberadaan sarana air bersih, sanitasi layak, dan sistem layanan inklusif merupakan fondasi vital bagi puskesmas.

“Kesling Plus ini memberikan dampak nyata bagi Banyumas. Tidak hanya meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dan sanitarian, tetapi juga memperkuat fasilitas fisik di 20 puskesmas terpilih. Mulai dari perbaikan sarana air, sanitasi, higiene, hingga dukungan energi alternatif,” jelas Bupati Sadewo.

Ia menambahkan, intervensi ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan investasi kesehatan jangka panjang yang berdampak langsung pada keselamatan pasien. Aspek Gender, Disabilitas, dan Inklusif (GEDSI) juga menjadi prioritas dalam implementasinya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Banyumas, dr. Dani Esti Novia menjelaskan, program ini telah berjalan sejak Mei 2025. Tim Provinsi yang didukung UNICEF dan IPEHIJAU telah memperkenalkan pendekatan peningkatan Kesling di Fasyankes menggunakan metode Water and Sanitation for Healthcare Facility Improvement Tool (WASH FIT).

“Hal itu sejalan dengan visi Bupati-Wakil Bupati, yakni mewujudkan Banyumas produktif, adil, dan sejahtera. Serta misi dalam meningkatkan kualitas hidup dan daya saing SDM, pengembangan wilayah infrastruktur berkelanjutan, dan keberlanjutan sumber daya alam serta lingkungan hidup,” pungkasnya. (abd/sam)