Targetkan Zero Sampah Sebelum 2029, Bupati Banyumas: Sampah Bisa Jadi Emas

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono dan Direktur PT Sinar Tambang Arthalestari saat penandatanganan MoU jual beli RDF di Ruang Joko Kaiman
DIALOG: Pertemuan antara Pemkab Banyumas dengan PT Sinar Tambang Arthalestari selaku produsen Semen Bima terkait kerja sama jual beli RDF di Ruang Joko Kaiman, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

BANYUMAS, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas memasang target ambisius untuk mencapai status zero sampah (bebas sampah) sebelum tahun 2029. Optimisme ini diperkuat dengan terjalinnya kerja sama strategis antara Pemkab Banyumas dengan PT Sinar Tambang Arthalestari (produsen Semen Bima).

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait jual beli Refuse Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar dari olahan sampah di Ruang Joko Kaiman, baru-baru ini.

Dukung Ekonomi Sirkuler dan Tekan Emisi

Direktur Umum PT Sinar Tambang Arthalestari, Cahyadi Wijaya menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, kerja sama yang berlaku selama lima tahun ini merupakan langkah besar dalam pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus penerapan ekonomi sirkuler (circular economy) di Banyumas.

“Sinergi ini diharapkan tidak hanya membantu penanganan sampah, tetapi juga mendukung penerapan basic circular economy. Selain itu, kami ingin berkontribusi dalam penurunan emisi karbon melalui produksi semen yang lebih ramah lingkungan dengan bahan bakar alternatif,” ujar Cahyadi.

Prioritaskan Pasokan dari Banyumas

Sementara itu, Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menegaskan bahwa sampah adalah isu global yang memiliki potensi ekonomi tinggi jika dikelola dengan benar.

“Sampah itu bisa jadi emas, dan ini bisa dibuktikan. Kita di Banyumas sudah menuju ke sana,” tegas Bupati.

Sadewo mengungkapkan, Semen Bima memiliki kebutuhan bahan bakar RDF mencapai 300 ton per hari. Meskipun saat ini pasokan dari Banyumas baru sekitar 70 ton, Bupati meminta agar produk lokal diprioritaskan.

“Saya meminta dengan tegas, utamakan Banyumas sebagai pemasok RDF. Kita punya bahan yang cukup, 70 ton dari Banyumas harus terserap dulu oleh Semen Bima,” pintanya.

Capaian Pengelolaan Sampah

Bupati memaparkan kondisi terkini manajemen sampah di wilayahnya. Saat ini, hanya tersisa sekitar 23 persen sampah yang belum tertangani. Selebihnya, sebanyak 77 persen sampah sudah terkelola dengan baik melalui berbagai metode.

“Ada yang menjadi kompos, pakan maggot, hingga plastik terpilah yang dijual langsung. Prosesnya sudah berjalan baik,” ungkapnya.

Proses penyortiran dilakukan dengan ketat sebelum sampah diolah menjadi RDF. Plastik yang tidak bisa masuk kualifikasi RDF dipisahkan untuk didaur ulang menjadi biji plastik kualitas dua (KW2).

“Kesepakatan ini harus segera diwujudkan dengan aksi nyata, tidak hanya sebatas penandatanganan di atas kertas,” pungkas Sadewo. (abd/adf)