BANYUMAS, Joglo Jateng – Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, meminta setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan efisiensi digital. Ia mendorong agar setiap OPD cukup memiliki satu aplikasi utama yang berfungsi kuat, benar-benar digunakan, dan terintegrasi dengan sistem lainnya.
Hal tegas ini disampaikan Bupati dalam Rapat Koordinasi Penguatan Smart City Kabupaten Banyumas bertema “Evaluasi Aplikasi” di Aula Dinkominfo Banyumas, baru-baru ini.
Bukan Sekadar Banyak Aplikasi
Bupati Sadewo menyoroti perkembangan digital di Pemkab Banyumas yang cukup masif. Saat ini, portal “Banyumas Pas” menjadi rumah bagi 54 aplikasi yang dapat diakses masyarakat maupun internal pemerintahan. Meski menunjukkan semangat inovasi, banyaknya aplikasi ini perlu dievaluasi efektivitasnya.
“Kondisi ini menjadi pengingat bahwa Smart City tidak semata-mata diukur dari banyaknya aplikasi yang dimiliki. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana aplikasi tersebut benar-benar digunakan, saling terhubung, mudah diakses, dan memberikan manfaat nyata,” tegas Sadewo.
Evaluasi Menyeluruh: Hapus yang Tumpang Tindih
Sadewo mengajak seluruh jajarannya untuk melakukan evaluasi total. Tujuannya adalah memilah mana aplikasi yang berdampak positif dan mana yang hanya menjadi beban sistem.
“Evaluasi ini penting agar dapat mengetahui aplikasi yang efektif, yang masih perlu diperkuat, serta mana yang justru tumpang tindih atau belum dimanfaatkan secara optimal,” tuturnya.
Ia menekankan, muara dari pengembangan teknologi ini haruslah pada pelayanan publik yang lebih sederhana dan cepat, bukan malah membingungkan masyarakat dengan banyaknya login atau platform.
Menuju Masterplan Smart City 2025-2029
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Banyumas, Budi Nugroho menjelaskan, Banyumas telah menjadi pilot project Gerakan Menuju 100 Smart City sejak 2019. Kini, pihaknya tengah menyusun masterplan untuk periode 2025-2029.
Dinkominfo telah melakukan peninjauan (desk) ke seluruh perangkat daerah untuk menyisir aplikasi-aplikasi yang ada.
“Prinsip Smart City bukan hanya berfokus pada teknologi, namun pada solusi masalah nyata. Dari hasil evaluasi, kami akan melakukan tindak lanjut terhadap aplikasi yang dinilai tidak berjalan optimal,” ungkap Budi. (abd/sam)










