PEMALANG, Joglo Jateng – Sebanyak 112 ribu kartu tani yang sudah di cetak, namun baru 82 ribu yang tersalurkan kepada petani. Banyaknya kartu tani yang belum disalurkan diduga akibat kendala validasi data yang belum kunjung selesai.
Kepala Cabang Mikro BRI Pemalang, Bambang Agus Soerono mengatakan, pihaknya hanya bertugas untuk memenuhi permintaan dari dinas pertanian yang tentunya kartu tani dibuat berdasarkan data yang diberikan. Ia melanjutkan, banyaknya kartu tani yang belum tersalurkan menurutnya disebabkan oleh validasi data.
“Puluhan ribu kartu tani masih kami simpan dan kami siapkan jika sewaktu-waktu diminta, akan kami distribusikan,” katanya Kamis (5/8).
Ia menjelaskan, terdapat data orang meninggal, petani yang merantau ke luar kota hingga petani yang sudah tidak mau lagi dengan kartu tani menjadi problem pendistribusian. Hingga saat ini, pihaknya juga belum mendapatkan permintaan kembali dari dinas pertanian dalam hal pendistribusian kartu tani.
“Kami masih punya sisa, kami menunggu perintah, karena yang disajikan oleh peraturan menteri pertanian sudah kami adopsi,” imbuhnya.
Sebanyak 28 unit kantor BRI yang ada di Kabupaten Pemalang sudah dilakukan evaluasi agar diberikan jam khusus untuk para petani dalam urusan kartu tani. Hal ini dilakukan supaya para petani bisa lebih mudah dalam melakukan validasi terhadap kartu taninya. Alokasi waktu khusus ini dimulai dari pukul 15.00 sampai 17.00 guna memberikan kemudahan kepada para petani.
“Harapannya, petani tidak datang sebelum jam itu, sehingga kita harus sepakat dengan adanya jam ini, jangan sampai nantinya ada petani merasa terganggu karena tidak dilayani di luar jam itu,” jelasnya.(cr1/akh)










