Kemendagri: Sinergi Pemkab Cilacap-Pertamina Dapat Ditiru

ISI: Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, Yusharto Huntoyungo, mengucurkan Pertamax ke dalam tangki sepeda motor masyarakat, Rabu (15/12). (ANTARA/JOGLO JATENG)

CILACAP, Joglo Jateng – Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo menilai sinergi yang telah dilakukan antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap dan PT Pertamina (Persero) dapat ditiru oleh daerah lain. Keberhasilan sinergi kedua pihak ini dapat dilihat dari pencapaian program pembangunan perekonomian desa melalui Pertashop.

Hal ini ia sampaikan saat meninjau Pertashop yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Nogrohu Sejahtera di Desa Planjan, Kecamatan Kesugihan, yang menjadi salah satu percontohan nasional. Sehingga mampu mempercepat persebaran Pertashop di desa-desa yang merupakan kerja sama antara Kemendagri dan Pertamina. Kerjasama ini telah dijalankan sejak awal 2020 sebagai upaya untuk meningkatkan nilai ekonomi masyarakat pedesaan.

“Kami mempunyai harapan agar sinergi yang sudah dilaksanakan di Kabupaten Cilacap dapat dilaksanakan di kabupaten dan kota lain,” tegasnya, Rabu (15/12). 

Bahkan, pembangunan Pertashop di Cilacap bisa menjadi tolok ukur (benchmark) untuk meningkatkan kinerja kerja sama antara Pertamina dan Kemendagri. Sehingga mampu memenuhi kebutuhan bahan bakar nonsubsidi yang murah kepada masyarakat, seperti produk Pertamax. 

“Kementerian Dalam Negeri tak mau tanggung-tanggung untuk menjadikan desa yang menjadi basis usaha masyarakat ini untuk terus berkembang. Yang tadinya pertanian katanya nilai tambahnya kecil karena banyak hal faktor produksi yang sulit dijangkau di tingkat desa, dengan adanya Pertashop yang lebih dekat ini akan menjadikan nilai tambah usaha di desa itu semakin baik,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji, menyatakan siap mendukung program peningkatan ekonomi desa antara pemerintah dan Pertamina melalui Pertashop. “Saya siap men-support, mengawal sampai tuntas program pemerintah, khususnya Pertashop, dari jajaran dinas terkait sampai ke tingkat desa, sehingga program ini mendapat respons yang baik dan bermanfaat bagi keberlangsungan pengembangan ekonomi desa. Selain itu, masyarakat juga semakin mudah mendapatkan pelayanan,” ujarnya.

Masyarakat, khususnya kalangan pengusaha, memiliki minat tinggi menjadi mitra Pertashop. Sebab, program ini dinilai menguntungkan, apalagi jika bekerja sama dengan desa. 

“Desa melalui BUMDes-nya ikut untung. BUMDes tidak hanya menjual produk Pertamina saja, tapi produk lokal bisa juga dipasarkan di sekitar Pertashop,” tandasnya. (ara/ern)