CILACAP, Jolgo Jateng – PT Kilang Pertamina Internasional Refenery Unit IV Cilacap menyalurkan bantuan logistik untuk korban banjir di Desa Banjareja dan Karang Sembung, Cilacap. Bantuan logistik sebagai respons atas bencana banjir di sebagian wilayah Cilacap itu diserahkan kepada tim dapur umum di Desa Banjareja dan Karang Sembung, Nusawungu, belum lama ini.
Penyerahan bantuan tersebut diawali di Posko Dapur Umum Dusun Banjaran, Desa Banjareja. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Area Manager Communication, Relations, and CSR PT KPI RU IV Cilacap Cecep Supriyatna kepada Kepala Dusun Banjaran Sugito.
Dalam kesempatan itu, Kadus Banjaran Sugito mengatakan, banjir yang menggenangi wilayah tersebut selain karena faktor tingginya curah hujan, juga akibat jebolnya tanggul sungai di Kecamatan Sumpiuh. Selain itu, juga terjadi luapan Sungai Ijo yang berada di perbatasan Dusun Banjaran.
Menurut dia, kondisi tersebut mengakibatkan empat dusun di Desa Banjareja terdampak banjir. Bahkan, sebanyak 225 rumah warga tergenang.
“Ada 2 rumah rusak dan 140 hektare sawah siap panen mengalami kerugian karena terendam air. Untuk itu, sejak Jumat (18/3) siang kami membuka posko dapur umum ini dan alhamdulillah bertepatan Pertamina Cilacap menyerahkan bantuan logistik dapur umum. Terima kasih Pertamina,” katanya.
Dari Banjareja, Tim PT KPI RU IV Cilacap Peduli bergerak ke posko dapur umum berikutnya di Balai Desa Karang Sembung yang membutuhkan waktu tempuh sekitar 30 menit dari posko dapur umum Desa Banjareja. Sepanjang perjalanan, terlihat banjir merendam areal persawahan dan rumah-rumah warga, bahkan kompleks pemakaman umum.
Di posko dapur umum Balai Desa Karang Sembung yang juga terendam air sekitar 30 cm. Bantuan diterima langsung oleh Kepala Desa Karang Sembung Tarman.
Menurut Tarman, pihaknya juga sudah menyuplai kebutuhan makan siang sejumlah 1.680 paket untuk warga terdampak. “Total ada 980 kepala keluarga terdampak. Sebenarnya pada Rabu (16/3) air mulai surut, namun hujan deras yang kembali terjadi Kamis malam (17/3) membuat debit air naik lagi,” katanya.
Tarman mengapresiasi kepedulian PT KPI RU IV Cilacap yang menyalurkan bantuan kebutuhan dapur umum. “Terima kasih Pertamina Cilacap yang dengan sukarela menerobos banjir di wilayah kami membawa bantuan logistik. Bantuan ini sangat penting dan bermanfaat,” katanya.
Selain berdampak pada permukiman warga, kata dia, banjir juga menyebabkan tanaman padi pada lahan seluas 76 hektare di Karang Sembung mengalami puso (gagal panen, red.). Padahal, kata dia, potensi panen pada lahan seluas 76 hektare itu bisa mencapai kisaran 125 ton gabah kering panen (GKP) atau gabah basah.
“Setelah banjir tahun 1985 silam, banjir kali ini termasuk yang paling parah melanda Desa Karang Sembung,” kata Tarman.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relation, and CSR PT KPI RU IV Cilacap Cecep Supriyatna mengatakan, bantuan tersebut sebagai wujud kepedulian dan respons cepat perusahaan atas musibah yang menimpa masyarakat. “Sebagai bagian dari masyarakat Cilacap, kami memiliki tanggung jawab sosial termasuk ikut membantu meringankan beban masyarakat terdampak banjir,” katanya.
Sementara bantuan yang diberikan untuk masing-masing tim dapur umum berupa 2 peti telur ayam, 5 kilogram bawang merah, 5 kilogram bawang putih, 1 bal garam halus, 3 kilogram gula merah, 10 kilogram gula pasir, 1 karton minyak goreng, 10 kilogram daging ayam, 15 kilogram ikan segar, tahu, tempe, aneka sayur mayur, dan bumbu dapur. (ara/gih)










