Gelar Pasar Ramadan, Gandeng pelaku UMKM

RAMAH: Rektor UMP Dr Jebul Suroso meninjau stan UMKM di arena Pasar Ramadan di lingkungan Kampus Ahmad Dahlan UMP, Kabupaten Banyumas, Sabtu (2/4). (ANTARA/JOGLO JATENG)

PURWOKERTO, Joglo Jateng – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Kabupaten Banyumas, menggelar Pasar Ramadan. Kegiatan tersebut dilakukan dengan menggandeng pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang bergerak dalam bidang makanan serta minuman.

Kegiatan yang digelar setiap menjelang waktu berbuka puasa selama bulan Ramadan dilakukan di halaman Kampus Ahmad Dahlan UMP. Resmi dibuka oleh Rektor UMP Dr Jebul Suroso, Sabtu (2/4).

Rektor UMP Dr Jebul Suroso, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud eksistensi UMP. Untuk memberi ruang kepada para pedagang agar tetap bisa mendapatkan berkah Ramadan.

“Mudah-mudahan dagangannya habis dan laris karena kualitasnya bagus, enak, baik, dan harganya juga murah,” terangnya.

Ia menambahkan, UMP memfasilitasi para pelaku UMKM. Khususnya pedagang kecil untuk berjualan di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah itu.

“SunMor (Sunday Morning) UMP yang biasanya dilakukan setiap Ahad pagi dialihkan sore hari. Tadi tampak penjualnya banyak. Kami harapkan seluruh mahasiswa dan keluarga besar UMP nanti belanja ke sana pada sore hari,” ungkapnya.

Menurutnya, hal itu wujud kepedulian agar keluarga besar UMP tetap konsentrasi dalam bekerja. Sehingga ketika pulang tidak perlu memasak atau menyiapkan jajanan untuk berbuka puasa karena bisa membelinya dari Pasar Ramadan.

Di sisi lain, lanjutnya, kegiatan tersebut juga untuk memfasilitasi dan memberi rezeki serta berbagi dengan para pedagang. Supaya mendapatkan berkah Ramadan. “Insya Allah kegiatan ini digelar selama Ramadan,” tegasnya.

Terkait dengan jumlah pedagang yang terlibat, ia mengatakan, jika dalam kegiatan SunMor UMP diikuti sekitar 230 pelaku UMKM. Namun untuk ajang Pasar Ramadan hanya diikuti oleh 125 pedagang.

Menurutnya, hal itu disebabkan pedagang yang terlibat dalam SunMor UMP terdiri atas berbagai bidang UMKM. sedangkan untuk Pasar Ramadan hanya diikuti oleh pelaku UMKM yang bergerak di bidang makanan dan minuman.

“Bahkan jika dibandingkan dengan Pasar Ramadan tahun sebelumnya. Jumlah pedagang yang terlibat dalam kegiatan kali ini jauh lebih banyak,” jelasnya.

Sementara itu, pihaknya tidak memungut biaya dari pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan Pasar Ramadan. Termasuk tidak adanya tarif parkir bagi pengunjungnya.

“Para pelaku UMKM ini, sudah seperti keluarga bagi Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Karena pihaknya telah berkomitmen bahwa UMP merupakan rumah UMKM,” pungkasnya. (ara/all)