PURWOKERTO, Joglo Jateng – Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono mengharapkan Persatuan Pedalangan (Pepadi) Banyumas bisa menggelar festival dalang anak dan remaja tingkat nasional di Kabupaten Banyumas. Hal tersebut diungkapkannya saat ditemui usai membuka Festival Dalang Anak dan Remaja Tahun 2022 di Gedung Kesenian Sutedja, Purwokerto, Senin (5/9).
Sadewo meminta kepada Korwil Pepadi Eks Keresidenan Banyumas, Bambang Barata Aji agar festival dalang anak dan remaja tersebut dapat diselenggarakan setiap tahun. “Kemudian pada saatnya nanti, Festival Dalang Anak dan Remaja Tingkat Nasional dapat diselenggarakan di Banyumas. Ini Gedung Sutedja sudah ada, bukan hanya wayang, semua kesenian bisa diselenggarakan di sini, gratis,” katanya, Senin (5/9).
Menurut dia, festival dalang anak dan remaja tersebut ditujukan untuk melestarikan budaya karena jika tidak dilestarikan akan terkikis. Ia mengharapkan, dengan lahirnya dalang-dalang cilik atau anak-anak tersebut, akan tumbuh dalang-dalang baru.
“Kan sekarang dalang sudah menjadi profesi yang menjanjikan ya. Dalang-dalang yang laris sudah melebihi artis, penghasilannya luar biasa, suatu profesi yang sangat menarik,” katanya.
Kelak jika festival dalang anak dan remaja tingkat nasional dapat diselenggarakan, kata Wabup, diharapkan dapat menjual nama Banyumas yang merupakan salah satu pusat budaya di Jawa Tengah.
Salah seorang peserta Festival Dalang Anak dan Remaja Eks Keresidenan Banyumas Tahun 2022, Fahreza Adi Saputra (13) mengaku menyukai wayang sejak masih duduk di bangku kelas 2 SD. “Ketika melihat Pakdhe ‘ndalang’ langsung suka,” kata dia yang merupakan keponakan dalang Sikin dari Cilacap.
Peserta lainnya, Bayu Irawan (14) mengaku tertarik terhadap seni wayang dan pedalangan sejak usai 4 tahun karena kesenian tersebut sangat menarik. “Saya pertama kali pentas saat masih duduk di bangku kelas 3 SD,” ujarnya. (ara/abd)










