Bersinergi dengan Masyarakat, SD Negeri Jaranan Ikuti Karnaval

MERIAH: Para siswa SD Negeri Jaranan terlihat bersemangat saat mengikuti kegiatan karnaval di Dusun Pringgolayan, Minggu (4/12). (DOK. PRIBADI / JOGLO JOGJA)

PARA siswa kelas 5 dan 6 Sekolah Dasar (SD) Negeri Jaranan Banguntapan, Bantul mengikuti karnaval dusun dengan tema ”Semarak Pringgolayan”. Karnaval tersebut merupakan kegiatan tahunan rutin yang dilakukan dusun Pringgolayan.

Kepala SD Negeri Jaranan Yanuarita Widi Astuti mengatakan, awalnya dirinya dihubungi oleh kepala dusun untuk mengikuti rangkaian karnaval yang akan digelar pada Minggu (4/12). Oleh sebab itu, dirinya mengajak para guru dan siswa untuk ikut berpartisipasi memeriahkan kegiatan tersebut.

“Sebelumnya, karnaval ini telah dilaksanakan lima kali. Namun sempat terhenti karena pandemi. Kemudian saat ini adalah kali pertama digelar setelah pandemi. Untuk pesertanya, seluruh RT di dusun Pringgolayan, serta untuk sekolah melibatkan TK dan SD Negeri Jaranan,” ujarnya, saat diwawancarai Joglo Jogja, Senin (5/12/22).

Ia menambahkan, peserta yang diikutkan dalam karnaval ini hanya kelas 5 dan 6 saja. Itu juga tidak keseluruhan siswa, hanya diambil 15 orang setiap kelasnya yang bukan merupakan warga setempat.

Selain itu, tema yang mereka pilih adalah budaya Jawa, sehingga para murid dan guru diwajibkan menggunakan pakaian tradisional. Nantinya para anggota festival akan mengelilingi dusun Pringgolayan dengan titik kumpul gedung kesenian Pringgolayan.

“Tidak hanya menggunakan pakaian adat saja, kami juga melakukan pembuatan gunungan, walaupun tidak sebaik warga dusun di sana. Kita juga membuat yel-yel, display agar bisa lebih meriah lagi,” tuturnya.

Rita mengatakan, yang mengikuti kegiatan dari SD Negeri Jaranan ada guru 14, mahasiswa PPL 5, dan Paguyuban Orang Tua (POT) 15. Dan untuk warga dusun yang mengikuti kegiatan ini tidak hanya orang tua saja, namun juga pemuda dusun di sana.

Ia berharap untuk tahun yang akan datang bisa terselenggarakan lagi, karena hal ini sebagai media promosi untuk sekolahnya. Sekaligus bisa bersinergi antara warga sekolah dan para masyarakat yang ada di sekitar wilayah tersebut. (cr4/abd)