BANTUL, Joglo Jogja – Universitas Alma Ata (UAA) mengalami kenaikan peringkat yang pesat. Di mana awalnya menempati posisi 2.928 menjadi rangking 1 Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) se-Indonesia. Hal ini dikarenakan adanya upaya yang dilakukan UAA dalam menjalin hubungan ke berbagai pihak hingga ke luar negeri
Rektor UAA Prof. dr. Hamam Hadi mengatakan, UAA ini terbentuk oleh para cendekiawan muslim dan para ulama pesantren pada tahun 2006 dengan nama STIKES Alma Ata. Memiliki dua program studi, yakni keperawatan dan kebidanan. “STIKES Alma Ata berubah bentuk menjadi Universitas Alma Ata (UAA) pada 21 Desember 2015 dan menambah menjadi 16 prodi,” ungkapnya.
Pada tahun 2016 atau setahun setelah berubah menjadi UAA masih berada pada rangking 2.928. Setahun kemudian, naik menjadi rangking 2.500. Pada tahun 2018, UAA melompat tinggi ke rangking 254, Tahun 2019 naik ke rangking 174, dan pada tahun 2020 naik lagi ke rangking 149 versi Kemendikbudristek.
“Mulai 2021, Kemendikbudristek tidak lagi mengeluarkan peringkat untuk perguruan tinggi Indonesia. Namun rangking UAA masih terus bisa kita monitor kenaikannya melalui lembaga pemeringkatan dunia seperti webimetrics dan ADScientific Index,” ujarnya.
Berdasarkan webometrics, UAA pada 2021 menempati rangking 129, kemudian pada tahun 2022 naik menjadi rangking 104, dan terakhir pada Januari 2023 UAA menempati rangking 66 dari seluruh PTN dan PTS di Indonesia,
“Ini adalah salah satu pencapaian signifikan yang telah dicapai UAA. Kita juga mendapatkan rangking 1 di antara PTNU se-Indonesia dari 270-an, dan rangking 22 di antara PTS se-Indonesia,” ungkapnya
Disebutkan bahwa pihaknya telah melalui berbagai upaya untuk mendapatkan capaian tersebut. Salah satunya adalah bekerja sama dengan Magang Generasi Bertalenta (Margenta) yang merupakan program Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). (cr4/abd)










