Rekomendasi 5 Tempat Wisata Budaya di Sukoharjo

Makam Ki Ageng Purwoto Sidik
Makam Ki Ageng Purwoto Sidik / cagarbudaya.kemdikbud.go.id

LINGKARJATENG.COM – Kabupaten Sukoharjo memiliki banyak tempat wisata budaya. Keberadaan obyek wisata ini tidak lepas dari sejarah Kabupaten Sukoharjo sejak masa kerajaan.

Berikut lima oyek wiaata budaya di Sukoharjo:

 1. Makam Ki Ageng Purwoto Sidik

Semasa hidupnya Ki Ageng Purwoto Sidik merupakan guru dari Joko Tingkir yang menjadi raja di Kerajaan Pajang. Lokasi makam di Dusun Sarena, Jatingarang, Kecamatan Weru Sukoharjo. Makam ini terdapat Sendang Baru Biru dan ada sendang lain di petilasan, yakni Margojati, Bendo, Gubak warak, Ndanumulyo, Siluwih, dan Sepanjang.

2. Makam Ki Ageng Sutowijoya

Makam ini terletak di puncak bukit setinggi kurang lebih 60 meter di pegunungan Kendeng Kidul atau Desa Majasto Kecamatan Tawang Sari. Makam Ki Ageng Sutowijoyo atau dikenal dengan nama Bumi Arum majasto, konon pemakaman dikubur sangat dangkal, tetapi tidak menimbulkan bau. Ki Ageng Sutowijoyo (Joko Bodho) adalah putra ke 107 Raja Majapahit Prabu Brawijaya V dan merupakan santri kesayangan Sunan Kalijaga.

3. Petilasan Keraton Pajang

Joko Tingkir merupakan penguasa dan Raja Keraton Pajang, serta tempat inilah petilasan Keraton Kerajaan Pajang, di kampung Pajang Kecamatan Kartasura di sampingnya terdapat aliran sungaiyang menembus Sungai Bengawan solo. Beberapa peninggalan Keraton Pajang dapat dilihat di lokasi itu.

4. Keraton Kartasura

Banyak peninggalan atau petilasan yang membuktikan keberandaan Keraton Kartasura sebelum pindah ke Surakarta, antara lain Alun-alun, Kolam Segaran (sekarang menjadi lapangan), Gedong Obat yang dulu gudang mesiu, tembok belubang akibat geger pecinan, sumur amduspkp yang digunakan untuk memandikan pusaka-pusaka kerajaan, Makam BRAy Sedah Mirah, tembok benteng dari batu bata setebal dua hingga tiga meter, dan mesjid yang dibangun Sunan Paku Buwono II.

5. Pesanggrahan Langenharjo

Pasanggrahan Langenharjo terletak di tepi sebelah utara Sungai Bengawan Solo tepatnya di Kampung Langenharjo. Pasanggrahan ini dibangun oleh Paku Buwono (PB) IX setelah menjalani topo ngeli di Sungai Bengawan Solo tahun 1870, dan kini dilanjutkan oleh keluarga Kraton Kasunanan Surakarta untuk tempat rekreasi.

Di beberapa tempat terdapat ruangan khusus bertapa. Ada yang hanya untuk raja dan Keturunannya yang boleh masuk dan ada pula tempat bersemedi yang diperbolehkan bagi masyarakat umum dengan maksud mendapatkan ketenangan jiwa.