PEMALANG – Proses pembuatan kartu petani hingga saat ini sudah melebihi target. Namun sampai sekarang pendistribusian kartu petani belum seluruhnya jadi dan bisa dimanfaatkan petani.
Kepala Seksi Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pemalang, Madyani mengatakan, petani yang sudah mendaftar pembuatan kartu tani sudah dimasukkan kedalam sistem. Yakni elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok petani (E-RDKK).
“Kita sudah meng-upload semua pendaftar. Selanjutnya bagian dari bank BRI yang mengelola data tadi untuk dicetak kartu pertani,” kata Madyani.
Madyani melanjutkan, setelah masuk ke sistem ERDKK, BRI akan mengambil data tersebut dan akan dimasukkan dalam bentuk sistem informasi manajemen pangan Indonesia (Simpi). Kemudian setelah itu akan kembali di cek oleh pihak BRI hingga bisa keluar kartu tani.
Selanjutnya, terkait dengan proses pencetakan kartu tani, Madyani mengatakan, hal itu bukan bagian dari dinas pertanian. Melainkan wewenang dari pihak BRI.
“Dalam proses cetak kartu tani, mau cepat atau tidak itu sudah kewenangan dari pihak BRI,” imbuhnya.
Sementara itu, dari semua data yang masuk masih perlu diadakan perapian. Pasalnya menurut Madyani masih banyak penggarap dan pemilik lahan yang sama-sama memiliki kartu tani. Hal ini yang terkadang bisa menyebabkan kehabisan pupuk.
“Penyaringan terkait data ganda juga nantinya akan di proses supaya distribusi pupuk nantinya bisa tepat sasaran dengan jumlah yang sesuai,” lanjutnya.
Madyani berharap, dengan adanya kartu tani ini nantinya akan mempermudah untuk pemerataan pupuk. Mengingat di dalam kartu tani sudah ada berapa jumlah kuota pupuk yang dibutuhkan.
Dalam proses sosialisasi kartu tani Dinas Pertanian tidak mengalami kendala yang berarti. Namun dalam proses pembuatannya justru yang banyak mengalami kendala. Hal ini karena masyarakat masih sungkan mengurus hal-hal yang bersifat administratif.
“Kebanyakan masyarakat kita masih enggan mengurus hal-hal yang sifatnya administratif, penginnya kalau ada uang langsung beli pupuk,” pungkasnya
Sementara itu, sampai saat ini data seluruh kartu tani yang sudah sampai kepada petani berjumlah 8.497 kartu. Sedangkan sisa kartu yang belum jadi rencananya akan selesai pada Januari tahun 2021 mendatang. (cr1/fat)










