REMBANG – Sebuah tebing di samping rumah sepanjang 20 meter dengan tinggi empat meter longsor. Akibatnya, satu rumah warga milik Darni, warga Desa Manggar, Kecamatan Sluke, tertimpa material longsor.
Nadimatul Ima, anak pemilik rumah, menuturkan sebelum kejadian terjadi, memang tebing sudah menunjukkan keretakan. Intensitas hujan tinggi selama beberapa hari di desa tersebut pun mengakibatkan tebing longsor pada pukul 05.00.
“Tadi pagi longsornya kira-kira pukul 05.00 pagi, sebelumnya ada retak beberapa hari,” ungkapnya di Rembang, Selasa (9/2).
Insiden ini mengakibatkan dinding rumah mengalami kerusakaan. Begitu pula beberapa perabot rumah tangga seperti lemari, dipan, dan bifet. Ima memperkirakan keluarganya rugi puluhan juta atas bencana ini.
Sebelumnya, pihak BPBD Kabupaten Rembang melalui Kepala Seksi Kedaruratan BPBD, Pramujo telah mewanti wanti warga yang tinggal di daerah tinggi untuk tetap siaga. Hal ini mengingat intensitas hujan yang terjadi di Rembang cukup tinggi.
“Sehingga kami imbau masyarakat yang tinggal di daerah dataran tinggi dan bantaran sungai untuk waspada apabila turun hujan untuk antisipasi bencana banjir dan longsor,” ungkap Pramujo.
Ia juga menyebutkan sejumlah daerah di Rembang memiliki potensi yang sama di beberapa titik. Mulai dari Kecamatan Sluke, Sedan, Lasem, Pancur, Sale, Gunem. dan Sumber. Potensi bahaya tersebar dalam lebih dari 20 desa. (cr6/abu)










