Komoditas Pangan Picu Deflasi Jateng 0,17%

Kepala BPS Jateng Sentot Bangun Widoyono
DOK: Kepala BPS Jateng Sentot Bangun Widoyono saat menyampaikan data pertumbuhan ekonomi Jateng, tahun lalu. (ANTARA/JOGLO JATENG )

SEMARANG, Joglo Jateng – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat pada bulan Juni 2021 di Provinsi Jawa Tengah terjadi deflasi mencapai minus 0,17 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,05. Adapun, deflasi ini dipicu oleh penurunan sejumlah komoditas pangan.

Kepala BPS Jawa Tengah Sentot Bangun Widoyono mengatakan deflasi tersebut dipicu oleh penurunan harga sejumlah komoditas. Ia menjelaskan, penurunan harga terjadi di kelompok bahan makanan, minuman, dan tembakau serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan lainnya.

“Kelompok bahan makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil terbesar terhadap deflasi yang mencapai 0,27 persen,” katanya, Kamis (1/7).

Untuk diketahui, penurunan daging ayam ras yang menyebabkan deflasi ini terjadi di enam kota pencatat inflasi di Jawa Tengah antara lain, Cilacap, Purwokerto, Kudus, Kota Semarang, Surakarta, dan Kota Tegal.

“Kemudian di sisi lain, sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga sehingga mampu menyumbang inflasi. Adapun, komoditas itu di antaranya mobil, telur ayam ras, emas perhiasan, ongkos tukang bukan mandor, dan rokok kretek filter’’ jelas Sentot.

Sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga di antaranya daging ayam, cabai merah dan rawit, serta harga telepon seluler. Kenaikan harga komoditas yang menahan deflasi antara lain kenaikan harga mobil serta emas.

Sentot menjelaskan deflasi terjadi seluruh daerah yang menjadi wilayah survei indeks harga konsumen. Sementara, enam kota pencatat inflasi di Jawa Tengah mengalami deflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Tegal minus 0,36 persen, Cilacap minus 0,25 persen, Surakarta minus 0,22 persen, Purwokerto minus 0,20 persen, Kota Semarang minus 0,14 persen, dan Kudus minus 0,09 persen. (ara/git)