REMBANG, Joglo Jateng – Jajaran Polres Rembang bersama Bhayangkari, TNI dan Pemkab serta warga menanam mangrove di pantai Desa Pasar Banggi, Kecamatan Rembang, Selasa (12/10). Penanaman mangrove itu merupakan program dari Polda Jawa Tengah yang bernama “Mageri Segoro”.
Wakil Bupati Rembang Mochammad Hanies Cholil Barro” mendukung penuh program Mageri Segoro itu. Mengingat kerusakan alam sudah parah dan pemanasan global juga tinggi. Untuk mengatasi pemanasan global, salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah rehabilitasi hutan, termasuk hutan mangrove di Kota Garam.
“Kita dukung, ini memang sudah saatnya. Dimulai dari program Polda nanti kita juga akan buat program- program serupa,” ungkapnya.
Wabup menyebut menjaga kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama demi anak cucu. Dia menyebutkan bahwa bumi ini bukanlah warisan dari nenek moyang, tetapi pinjaman dari anak cucu kita.
“Slogan tersebut memiliki makna agar semuanya arif dan bijaksana dalam memanfaatkan dan melestarikan lingkungan sekitar. Oleh karena itu seluruh pihak diharapkan bisa mensukseskan program seperti Mageri Segoro,” tuturnya.
Sementara itu Kapolres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan menuturkan penanaman di Pasar Banggi ini merupakan kegiatan awal. Secara bertahap seluruh pantai di Rembang akan ditanami mangrove juga. Harapannya bisa menjaga ekosistem laut dan mencegah abrasi termasuk mengurangi emisi karbon.
“Hari ini simbolis pembukaan, nantinya secara bertahap sampai dengan akhir tahun ini. Harapannya bisa menjaga ekosistem khususnya daerah pantai,” terangnya.
Program Mageri Segoro juga dilakukan serentak di 16 Polres jajaran Polda Jateng yang memiliki garis pantai. Targetnya 1 juta pohon mangrove di pesisir utara dan pesisir selatan provinsi Jawa Tengah. (hms/fat)










