Relokasi Kantor Bank Jateng Cabang Pembantu Syariah Boyolali

GUNTING: Peresmian Bank Jateng Cabang Pembantu Syariah Boyolali oleh Bupati M. Said Hidayat, beberapa waktu lalu. (HUMAS/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Bank Jateng Cabang Pembantu Syariah Boyolali resmi menempati kantor baru. Yaitu di Jalan Pandanaran Nomor 73 Boyolali.

Direktur Dana, Jasa, dan UMKM Bank Jateng, Irianto Harko Saputro menjelaskan, tujuan dari relokasi kantor Bank Jateng Cabang Pembantu Syariah Boyolali yakni agar lebih representatif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Bank Jateng Syariah kini mempunyai 183 jaringan kantor yang tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Terdiri dari lima kantor cabang Syariah, 14 kantor cabang pembantu Syariah, sembilan kantor kas Syariah, empat payment point, dan 156 layanan Syariah, serta lima mobil kas keliling Syariah.

“Hal ini selaras dengan salah satu misi utama Bank Jateng yaitu memberikan layanan prima didukung oleh kehandalan SDM dengan teknologi modern serta jaringan yang luas kepada seluruh nasabah dan para pemangku kepentingan,” terangnya.

Disampaikan Irianto, aset Bank Jateng per tanggal 31 Januari 2022 sebesar Rp 79,95 triliun. Dengan kontribusi Syariah sebesar Rp 4,69 triliun.

Bank Jateng Syariah juga mendukung usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang telah dibuktikan dengan pencairan kredit usaha rakyat (KUR) Syariah selama tahun 2021 sebesar Rp 383 miliar. Atau mengalami pertumbuhan hingga 373 persen.

Bupati Said sangat mengapresiasi Bank Jateng Syariah. Ia berharap dengan diresmikannya kantor baru Bank Jateng Cabang Pembantu Syariah Boyolali, dapat memberikan dukungan dalam pergerakan roda perekonomian masyarakat Boyolali.

“Di tengah-tengah pandemi seperti ini tentunya geliat roda ekonomi masyarakat harus kita perhatikan, kita dukung, maka dengan hadirnya Bank Jateng Syariah ini akan menambah kekuatan bagi kita semua untuk menggerakkan, dalam upaya pemulihan ekonomi di Kabupaten Boyolali,” katanya saat meresmikan Bank Jateng Cabang Pembantu Syariah Boyolali, beberapa waktu lalu.

Said juga menyampaikan kebangkitan ekonomi masyarakat Boyolali melalui UMKM juga merupakan hal yang harus didukung bersama. Sehingga pihaknya berpesan kepada seluruh Bank di Boyolali termasuk Bank Jateng Syariah untuk terus-menerus berkoordinasi dengan pemerintah agar dukungan yang diberikan kepada masyarakat tepat sasaran.

“Di lini Pemerintah Kabupaten Boyolali, kami dalam upaya pembenahan data melalui MCD (Monitoring Center for Development) salah satunya adalah bagaimana kami mampu menyuguhkan data sesuai dengan kondisi riil sehingga nanti kerja sama pemerintah, masyarakat dengan perbankan benar-benar sesuai dengan keberadaan masyarakat secara riil,” ujarnya. (hms/ern)