PEMALANG, Joglo Jateng – SDN 4 Mulyoharjo kembali menggelar pembelajaran dalam jaringan (Daring) untuk sementara waktu. Sehingga diperlukan komunikasi yang baik antara guru dan orang tua, serta motivasi belajar kepada siswa. Pemberlakuan daring, lantaran adanya Surat Edaran dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemalang, akibat salah satu siswanya terpapar Covid-19.
Kepala SDN 4 Mulyoharjo Titik Haryanti mengatakan, sistem pembelajaran tatap muka (PTM) yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu, sementara dihentikan. Kini pembelajaran daring harus dilakukan kembali. Karena adanya lonjakan kasus Covid-19 di satuan pendidikan.
Dengan pembelajaran secara daring, lanjutnya, maka fungsi guru sebagai pendidik dan pendamping siswa dalam menyampaikan materi pelajaran, tidak sepenuhnya dapat dilakukan. Otomatis, hal itu membutuhkan bantuan orang tua atau wali murid di rumah.
“Kondisi ini tidak ada yang menghendaki. Namun siswa, guru dan orang tua harus menyesuaikan diri. Dan diperlukan kerjasama dalam menunjang pendidikan,” jelasnya saat ditemui di sekolah, Sabtu (19/2).
Lebih lanjut, agar kualitas pembelajaran yang diberikan secara daring tidak menurun, dan minat belajar siswa tidak anjlok. Maka dibutuhkan komunikasi dan kerjasama antara guru dan orang tua. Sehingga prestasi dan capaian belajar siswa tidak terpengaruh, karena pembelajaran daring berbeda dengan PTM.
Ia menambahkan, orang tua harus menyampaikan kendala atau keluhan apapun yang dialami siswa kepada guru, begitu juga sebaliknya. Guru juga harus bisa menampung apa yang menjadi keluhan orang tua terkait proses belajar siswanya.
“Kami dan orang tua harus ada komunikasi dan kerjasama yang baik. Sehingga kendala dalam belajar yang ada pada siswa tertangani. Jika guru aktif, sedangkan orang tua tidak, maka pembelajaran secara daring tidak akan maksimal,” imbuhnya.
Selain itu, Ia mengingatkan, agar guru juga aktif memberikan motivasi kepada siswa. Hal itu agar siswa tetap semangat mengikuti pembelajaran. Meskipun dilakukan di rumah masing-masing.
“Kami tekankan kepada guru harus inovatif. Agar siswa tidak mudah bosan atau jenuh. Harapannya, siswa tertarik dan mengikuti pembelajaran yang tidak monoton,” paparnya. (fiq/all)










