Figur  

Hobi Memotret sejak Kecil, Tania Berhasil Ikut Lomba Bergengsi

Tania Prasanti. (DOK. PRIBADI / JOGLO JATENG)

TANIA Prasanti, memiliki hobi memotret sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP). Meskipun, saat itu ia menggunakan alat ala kadarnya dan asal jepret saja. Kemudian dirinya mulai coba-coba dengan kamera DSLR milik ayahnya yang lama tidak digunakan. Dari situ, kemahiran Tania mulai berkembang.

“Sebenarnya suka foto sejak SMP. Waktu itu hanya pakai handphone sampai SMA, apa-apa yang dilihat dan menarik langsung dijepret saja. Ternyata, ayah ada kamera DSLR nganggur. Mulai pertengahan tahun 2020 kemarin, iseng-iseng buka jasa foto cuma freelance,” katanya saat dihubungi, Senin (21/2).

Baca juga:  Berkomitmen Jadi Kader Militan

Awal masuk duduk di bangku perkuliahan, mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) ini menceritakan, karena memiliki hobi memotret, dirinya memutuskan masuk unit kegiatan mahasiswa (UKM) fotografi. Alasannya agar bisa melatih keterampilan dan pengalaman di dunia fotografi.

“Terus waktu masuk kuliah ikut UKM Clic Unnes. Tujuannya buat mengasah skill sama knowledge tentang fotografi,” ujarnya.

Setelah mendapatkan bekal ilmu cukup banyak dari UKM-nya, Tania kemudian mengikuti kompetisi bergengsi tingkat nasional di Kota Semarang. Alhasil, ia berhasil masuk 12 besar dari ribuan foto yang masuk.

Baca juga:  Ingin Mengabdikan Diri ke Masyarakat

“Saya juga pernah mengikuti lomba Canon Semarang Marathon, pada November 2020. Alhamdulilah masuk 12 besar nasional, dari 4 ribu foto yang masuk,” ungkapnya.

Menurutnya, dalam ilmu fotografi, utamanya adalah praktik langsung agar lebih tahu sejauh mana penguasaan dunia fotografi dari angle dan alatnya. Tak cuma itu saja, menjadi fotografer harus peka terhadap lingkungan sekitar, agar tidak ketinggalan momen yang menarik.

“Kalau saya lebih sering hunting aja sih mas, terus peka terhadap sekitar. Selebihnya memang waktu itu kayaknya lagi lucky aja. Sering-sering praktik saja atau hunting,” ucapnya.

Baca juga:  Raih Prestasi di Dua Bidang Berbeda

Perempuan kelahiran juli 2002 ini membeberkan, bekal menjadi fotografi adalah berani mencoba dan eksplore sesuatu yang baru. Bukan hanya itu saja, biasanya seorang fotografi tidak selalu merasa puas. Menurutnya, jika sudah merasa puas bakal tidak akan menambah ilmunya.

“Selain itu, perbanyak referensi dan nonton Youtube tentang fotografi dijamin nambah pengetahuan banget,” imbuhnya. (dik/gih)